Tuturpedia.com – Rapat paripurna DPD RI sempat diwarnai kericuhan bahkan palu sidang nyaris direbut oleh senator.
Dikutip Tuturpedia.com, Sabtu (13/7/2024), kericuhan saat sidang paripurna DPD RI ini terjadi pada Jumat (12/7/2024).
Berdasarkan pantauan, kericuhan terjadi saat Ketua DPD RI yaitu La Nyalla Mattalitti membacakan rancangan perubahan tata tertib (tatib) yang telah dikerjakan oleh Pansus Tatib maupun Timja Tatib. Berikut fakta seputar rapat paripurna DPD RI yang ricuh.
1. Kronologi Kericuhan
Kericuhan bermula saat La Nyalla Mattalitti membacakan rancangan perubahan tata tertib (Tatib) yang dikerjakan oleh Pansus Tatib maupun Tim Kerja (Timja) Tatib.
Namun, saat itu banyak senator yang melakukan interupsi, salah satunya anggota DPD RI dari Papua Barat, Filep Wamafma yang mempertanyakan keputusan pembentukan Tatib.
Filep menanyakan apakah keputusan pimpinan itu sudah sesuai dengan tata tertib DPD RI atau tidak.
“Pertama, kami mohon apakah keputusan pimpinan DPD RI dalam rangka pembentuk tatib apakah sesuai dengan tata tertib DPD RI?” ujar Filep.
2. La Nyalla Tetap Membacakan Perubahan Tatib
Meski Filep sudah melakukan interupsi, namun Ketua DPD RI, La Nyalla Mattalitti tetap membacakan perubahan tatib DPD RI.
Hal ini membuat para anggota DPD RI tak terima, kontan saja banyak anggota senator yang menyampaikan interupsinya langsung ke meja pimpinan DPD RI.
Filep bahkan sempat berteriak mengatakan bahwa pimpinan jangan bertindak otoriter.
“Pimpinan jangan otoriter!” teriak Filep.
Saat itu rapat dihadiri oleh La Nyalla, Nono Sampono selaku Wakil Ketua DPD RI, dan Wakil Ketua DPD RI Sultan Najamudin.
3. Palu Sidang Direbut Senator
Suasana yang mulai tak terkendali membuat anggota DPD Ri berusaha merebut palu sidang, namun La Nyalla sigap mengamankan palu tersebut.
Kemudian pengamanan dalam (pamdal) DPD RI pun segera mengamankan meja pimpinan sehingga kericuhan bisa segera dihentikan.
Selain itu, Nono Sampono juga berusaha menenangkan dengan mengingatkan agar tidak terlibat kontak fisik.
“Tolong ini forum terhormat, jangan sampai ada yang terlibat kontak fisik,” ucap Nono.
4. Sidang Diskors Selama 10 Menit
Usai kericuhan terjadi, rapat paripurna DPD RI pun akhirnya diskors selama 10 menit.
Usai kerusuhan mereda, Deklarasi Paket Pimpinan DPD RI masa bakti 2024-2029 pun dilakukan oleh anggota DPD RI petahana yang kembali terpilih serta anggota DPD Ri yang baru terpilih.
AA La Nyalla Mattalitti, Elviana, Tamsil Linrung, dan Nono Sampono terpilih kembali sebagai Paket Pimpinan DPD RI masa bakti 2024-2029.***
Penulis: Niawati.
Editor: Annisaa Rahmah.














