Indeks

DPR RI Dorong Mahasiswa Jadi Ujung Tombak Gerakan Hidup Sehat di Rembang

Rembang, Tuturpedia.com – Upaya membudayakan pola hidup sehat di tengah masyarakat terus diperkuat. Komisi IX DPR RI mendorong perguruan tinggi untuk lebih aktif terlibat dalam mengkampanyekan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), salah satunya melalui kegiatan pengabdian masyarakat. Senin, (25/05/2026).

Komitmen ini ditandai dengan penandatanganan program Germas oleh sejumlah pihak di Hotel Pollos Rembang, sebagai langkah konkret memperluas jangkauan edukasi kesehatan di daerah.

Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menegaskan bahwa kampus memiliki peran strategis melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada sektor pengabdian masyarakat seperti JKN tematik dan Kuliah Kerja Nyata (KKN).

“Mahasiswa yang mengikuti program KKN bisa ikut mempromosikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat. Mulai dari edukasi kesehatan hingga membantu masyarakat menciptakan rumah yang sehat dengan ventilasi dan pencahayaan yang cukup,” ujarnya.

Menurut Edy, keterlibatan mahasiswa akan memperkuat peran pemerintah daerah dalam menyosialisasikan pentingnya hidup sehat, sehingga program Germas dapat berjalan lebih optimal dan menyentuh langsung masyarakat.

Ia juga menyoroti keberadaan Poltekkes Kemenkes Semarang yang memiliki program studi kesehatan di Blora sebagai potensi besar dalam mendukung program kesehatan di wilayah Rembang dan sekitarnya.

Sementara itu, Direktur Poltekkes Kemenkes Semarang, Dr. Bejo Santoso, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung penuh program Germas, terutama dalam penanggulangan stunting dan tuberkulosis (TB) yang masih menjadi persoalan serius di berbagai daerah.

“Kami membantu dalam pengentasan stunting dan TB melalui program magang mahasiswa, termasuk KKN tematik yang langsung menyasar masyarakat,” jelasnya.

Bejo menambahkan, Poltekkes Kemenkes Semarang memiliki sembilan program studi yang tersebar di berbagai wilayah Jawa Tengah, dengan pengalaman menerjunkan mahasiswa dalam program kesehatan berbasis masyarakat.

Pada tahun ini, sekitar 700 mahasiswa telah diterjunkan di Kabupaten Brebes yang masuk kategori zona merah stunting dan TB. Ke depan, pihaknya membuka peluang untuk mengirim mahasiswa ke Kabupaten Rembang apabila dibutuhkan.

“Termasuk Rembang, kami siap bersinergi dengan Dinas Kesehatan setempat untuk mencegah stunting dan TB melalui program Germas,” pungkasnya.

Langkah kolaboratif antara DPR RI, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah ini diharapkan mampu mempercepat peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, sekaligus menumbuhkan kesadaran hidup sehat dari lingkungan terkecil, yakni keluarga.

Penulis: Lilik Yuliantoro Editor: Permadani T.
Exit mobile version