Blora, Tuturpedia.com – Di negeri di mana politik sering kali lebih mirip bursa efek daripada pengabdian rakyat, DPD Partai NasDem Blora tiba-tiba merasa perlu mengingatkan publik bahwa mereka bukan sedang berjualan saham, melainkan berjualan “Restorasi”.
Kemarahan ini dipicu oleh Majalah Tempo edisi 12 April 2026 yang dengan lancang membaptis partai besutan Surya Paloh itu menjadi “PT NasDem Indonesia Raya Tbk”. Jumat, (17/04/2026).
Sebuah judul yang saking kreatifnya, membuat para kader di Blora bertanya-tanya: Sejak kapan KPU berubah fungsi jadi Otoritas Jasa Keuangan (OJK)?
Gorengan Jurnalistik atau Restorasi Harga Diri?
DPD NasDem Blora, melalui Sekretarisnya Yuyus Waluyo, nampaknya gerah melihat Ketua Umum mereka digambar dalam balutan karikatur yang lebih mirip bos korporasi ketimbang tokoh bangsa. Bagi NasDem Blora, apa yang dilakukan Tempo bukan lagi sekadar kritik tajam, melainkan upaya “IPO” (Initial Public Offending) alias pembunuhan karakter yang dibalut kertas sampul mewah.
“Kami ini pengusung Gerakan Perubahan, bukan Gerakan Perubahan Dividen,” gumam suasana kebatinan di kantor DPD Blora. Mereka menilai metafora “PT” dan “Tbk” adalah bentuk imajinasi liar jurnalis yang terlalu sering minum kopi sambil memantau running text saham.
Pernyataan Sikap: Jangan Paksa Kami Masuk Lantai Bursa!
Tak tanggung-tanggung, NasDem Blora mengeluarkan pernyataan sikap yang lebih keras dari beton proyek nasional. Mereka menuntut Tempo berhenti memperlakukan partai politik seperti perusahaan terbuka yang bisa dianalisis lewat laporan laba-rugi kekuasaan.
Bahkan, poin-poin pernyataan sikap dan tuntutan mereka pun tergolong “pedas” :
- Mengecam keras pemberitaan Majalah Tempo edisi 12 April 2026 bertajuk “PT NasDem Indonesia Raya Tbk” yang dinilai tidak berimbang, cenderung membangun framing yang menyesatkan, serta berpotensi membentuk persepsi publik yang keliru terhadap Partai NasDem dan Ketua Umum Surya Paloh.
- Menilai bahwa penggunaan metafora “PT” dan “Tbk” bersifat multitafsir dan berisiko mengaburkan batas antara fakta, opini, dan satire, sehingga tidak memenuhi prinsip kejelasan informasi dalam praktik jurnalistik.
- Menyatakan bahwa visualisasi karikatur tokoh politik dalam sampul pemberitaan berpotensi mengarah pada personalisasi dan pembentukan opini yang tidak proporsional.
- Menegaskan bahwa kebebasan pers merupakan pilar demokrasi yang harus dijunjung tinggi, namun harus dijalankan secara bertanggung jawab dengan berlandaskan prinsip verifikasi, keberimbangan, dan akurasi.
- Mengajak seluruh elemen media untuk menjaga ruang demokrasi yang sehat, objektif, dan konstruktif, serta tidak memperkeruh situasi politik melalui narasi yang spekulatif dan tidak terverifikasi.
Tuntutan DPD Partai NasDem Blora
- Meminta klarifikasi resmi dan permintaan maaf terbuka dari Majalah Tempo atas pemberitaan edisi 12 April 2026 yang dinilai merugikan dan tidak proporsional.
- Menuntut pemenuhan hak jawab dan hak koreksi sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pers.
- Mendorong Dewan Pers untuk melakukan kajian dan penilaian terhadap aspek etika jurnalistik dalam pemberitaan tersebut.
- Meminta media massa agar lebih berhati-hati dan bertanggung jawab dalam mengangkat isu-isu politik yang sensitif guna menghindari kegaduhan publik dan disinformasi.
Tuntutan Terbuka: Maaf atau Lawan?
NasDem Blora kini menunggu klarifikasi dan permintaan maaf terbuka. Mereka tidak sedang mencari dividen, tapi mencari keadilan jurnalistik.
Jika Tempo bisa mencetak majalah dengan tajam, maka NasDem Blora membuktikan bahwa mereka punya “gigi” yang lebih tajam untuk menggigit balik narasi yang dianggap merugikan marwah partai.
Nampaknya, bagi kader di daerah, politik bukan soal “Untung-Rugi” dalam angka, tapi soal “Harga Diri” yang tak bisa dibeli—bahkan oleh pemegang saham mayoritas opini publik sekalipun.
Selamat datang di era di mana berita bukan lagi jendela dunia, tapi cermin retak yang dipaksakan untuk terlihat indah (atau buruk) oleh pemegang kuas redaksi.
Sebagai bagian dari sistem demokrasi yang sehat, DPD Partai NasDem Kabupaten Blora menegaskan komitmennya untuk tetap menjunjung tinggi kebebasan pers sebagai elemen fundamental dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sekaligus mendorong praktik jurnalistik yang berintegritas.
Klarifikasi, hak jawab, dan koreksi bukan semata prosedur formal, melainkan bagian dari upaya menjaga kepercayaan publik terhadap media sebagai institusi yang kredibel dan bertanggung jawab.
Ke depan, DPD NasDem Blora menegaskan akan tetap fokus pada kerja-kerja politik yang berpihak kepada masyarakat, memperkuat konsolidasi organisasi, serta menjaga nilai-nilai demokrasi yang sehat dan berkeadaban.
Dalam situasi apa pun, komitmen terhadap kepentingan publik akan tetap menjadi prioritas utama, sembari tetap terbuka terhadap kritik yang konstruktif, berbasis data, dan disampaikan dalam koridor etika jurnalistik yang semestinya














