News  

Dandim Kediri Tegaskan Video Dugaan Aliran Dana Proyek KDKMP Hoaks, Masyarakat Diminta Tak Terprovokasi

TUTURPEDIA - Dandim Kediri Tegaskan Video Dugaan Aliran Dana Proyek KDKMP Hoaks, Masyarakat Diminta Tak Terprovokasi
banner 120x600

Kediri, Tuturpedia.com — Jagat media sosial dihebohkan oleh beredarnya video yang menarasikan dugaan praktik pembagian komisi proyek di dalam sebuah mobil. Senin, (18/05/2026).

Menanggapi hal tersebut, Komandan Kodim (Dandim) 0809/Kediri, Letkol Inf. Dhavid Nur Hadiansyah, angkat bicara dan memastikan bahwa informasi dalam video tersebut tidak benar alias hoaks.

Dalam konferensi pers yang digelar di Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 0809/Kediri pada Minggu (17/5), Letkol Inf. Dhavid menyampaikan klarifikasi secara tegas di hadapan awak media. Ia menekankan bahwa tidak ada praktik jual beli atau aliran dana proyek seperti yang dituduhkan dalam video tersebut.

“Saya nyatakan video itu tidak benar. Tidak ada jual beli, titik. Tidak ada jual beli terkait KDKMP,” tegasnya.

Video yang beredar memperlihatkan seorang wanita mengenakan seragam ASN dengan atribut Kabupaten Kediri, serta seorang pria yang menggunakan pakaian bercorak loreng menyerupai atribut TNI.

Dalam percakapan yang terekam, keduanya membahas dugaan pembagian komisi proyek Kelompok Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), bahkan mencatut nama Dandim Kediri.

Menindaklanjuti hal itu, Kodim 0809/Kediri segera melakukan penelusuran internal. Dari hasil klarifikasi, dipastikan bahwa narasi yang menyebut adanya aliran dana kepada pejabat TNI, termasuk Dandim, merupakan fitnah yang tidak berdasar.

Selain itu, penggunaan atribut dalam video diduga sengaja dilakukan untuk membangun kesan seolah-olah percakapan tersebut benar adanya.

Pihak TNI juga menegaskan komitmennya untuk tidak terlibat dalam praktik ilegal maupun intervensi terhadap proyek sipil, termasuk program KDKMP di wilayah Kediri.

“Kami pastikan TNI tidak pernah terlibat dalam praktik-praktik seperti yang dituduhkan. Ini murni upaya yang tidak bertanggung jawab untuk mencemarkan nama baik institusi,” imbuhnya.

Kodim 0809/Kediri pun menyayangkan beredarnya konten disinformasi tersebut karena berpotensi merusak kepercayaan publik. Masyarakat diimbau agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, serta tidak mudah terprovokasi oleh konten yang belum terverifikasi.

Saat ini, kasus video tersebut masih dalam pendalaman lebih lanjut guna mengungkap motif serta pihak yang bertanggung jawab atas pembuatan dan penyebarannya.

Penulis: Lilik Yuliantoro Editor: Permadani T.
tuturpedia.com - 2026