Indeks

Blora Selatan Menggugat! Gedung DPRD Jadi Medan ‘Adu Gagasan’ Panas Lawan Pertamina

Blora, Tuturpedia.com – Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Blora hari ini mendadak riuh. Ratusan warga yang tergabung dalam gerakan “Front Blora Selatan” resmi “menduduki” ruang rapat utama guna menggelar audensi terbuka. Kamis, (21/05/2026).

Mereka menuntut pertanggungjawaban dari raksasa migas nasional, Pertamina, terkait dampak eksploitasi proyek yang dinilai merugikan masyarakat setempat.

Audensi yang dimulai sejak pukul 11.00 WIB, namun sempat molor kurang lebih satu jam ini, berjalan dengan tensi yang cukup hangat. Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, ruang rapat dipenuhi oleh perwakilan warga, tokoh masyarakat, serta jajaran anggota wakil rakyat (DPRD Blora) yang duduk di kursi pimpinan sidang untuk memediasi jalannya dialog.

Lima Tuntutan Utama Rakyat Blora Selatan

Membawa jargon “Desa Bukan Ruang Eksploitasi!”, Front Blora Selatan membawa lima isu krusial yang langsung disodorkan di meja hijau audensi:

  1. Dampak Sosial Masyarakat: Warga mengeluhkan perubahan kondisi sosial akibat masifnya proyek migas.
  2. Ancaman Infrastruktur Publik: Kerusakan jalan dan kekhawatiran robohnya jembatan akibat kendaraan berat milik proyek.
  3. Transparansi CSR & Kompensasi: Menuntut kejelasan dana Corporate Social Responsibility (CSR) yang dinilai belum menyentuh rakyat terdampak secara adil.
  4. Mobilisasi Alat Berat Proyek: Protes atas aktivitas kendaraan berat yang mengganggu mobilitas harian warga.
  5. Hak Masyarakat Terdampak: Kepastian hukum dan perlindungan terhadap ruang hidup warga sekitar.

“Pembangunan tanpa rakyat hanya melahirkan ketidakadilan! Kami menjadikan gedung dewan ini sebagai medan pertempuran adu gagasan, bukan tempat rakyat dibungkam,” tulis salah satu poin keras dalam manifesto tuntutan Front Blora Selatan.

Situasi Terkini Audensi

Hingga berita ini diturunkan, proses audensi masih berlangsung. Suasana di dalam ruangan tampak kondusif namun sarat ketegangan positif, di mana perwakilan warga secara bergantian menyampaikan kesaksian dan fakta lapangan mengenai kerusakan infrastruktur, seperti jalan rusak dan jembatan terancam yang mereka alami sehari-hari.

Pihak DPRD Blora menyatakan berkomitmen untuk mengawal aspirasi ini dan berjanji akan memanggil pihak Pertamina guna memberikan jawaban konkrit atas tuntutan warga.

Warga menegaskan tidak akan beranjak sebelum ada komitmen tertulis dan langkah nyata yang dihasilkan dari forum “Adu Gagasan” hari ini.

Penulis: Lilik Yuliantoro Editor: Permadani T.
Exit mobile version