Blora, Tuturpedia.com – Semangat cinta kasih dan kemanusiaan kembali menunjukkan wujud nyatanya di Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Tanpa memandang batas wilayah, Yayasan Pelayanan Masyarakat Kristen (YPMK) Bethany menghadirkan secercah harapan bagi anak-anak kurang mampu dari berbagai penjuru Indonesia melalui peresmian Asrama Putra Betania yang telah direnovasi total. Kamis, (16/07/2026).
Peresmian asrama tersebut digelar pada Rabu (15/07) malam, menandai rampungnya proses renovasi dengan nilai anggaran mencapai Rp1,2 miliar. Bangunan yang dulunya merupakan sekolah itu kini disulap menjadi hunian layak, nyaman, dan penuh fasilitas bagi para pelajar yang tengah mengejar masa depan.
Pengurus Yayasan Bethany, Christina Damayanti, mengungkapkan bahwa asrama ini menjadi rumah bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, bahkan berasal dari luar pulau seperti Papua, Kalimantan, dan Sumba, selain dari Blora sendiri. Mereka tidak hanya mendapatkan tempat tinggal, tetapi juga fasilitas secara gratis selama menempuh pendidikan di SMP Kristen Blora dan SMK Kristen Blora.
“Ini adalah rumah bersama yang kami bangun dengan kasih. Anak-anak ini datang dari berbagai latar belakang, namun memiliki satu tujuan yang sama, yaitu mendapatkan pendidikan yang layak,” ujarnya.
Christina menuturkan, keputusan merenovasi asrama dilatarbelakangi kondisi bangunan lama yang sudah tidak layak huni. Bahkan, para penghuni sempat mengalami masalah kesehatan serius saat musim hujan, seperti demam berdarah yang menyerang secara bersamaan.
“Kondisi itu menjadi titik balik bagi kami untuk bergerak. Kami tidak ingin anak-anak belajar dalam kondisi yang membahayakan kesehatan mereka,” tegasnya.
Renovasi besar-besaran yang dimulai sejak Januari 2026 ini mencakup empat gedung utama. Pengurus yayasan lainnya, Linda, menjelaskan berbagai fasilitas kini telah tersedia, mulai dari 10 kamar mandi, ruang makan, ruang serbaguna, ruang logistik, dapur, hingga area pengembangan minat seperti ruang musik, ruang belajar bahasa Inggris, dan lapangan futsal.
“Semua kami siapkan agar anak-anak tidak hanya tinggal dengan nyaman, tetapi juga bisa berkembang sesuai bakat dan potensi mereka,” jelas Linda.
Proyek ini juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk anggota DPR RI Eva Monalisa yang turut mendorong percepatan renovasi sejak awal. Meski seluruh pembiayaan berasal dari yayasan, pihaknya tetap membuka peluang bagi masyarakat luas untuk turut berkontribusi.
Saat ini, Asrama Putra Betania menampung sekitar 40 anak dengan kapasitas maksimal hingga 65 penghuni. Di balik tantangan mengelola puluhan anak dari berbagai daerah, para pengurus mengaku hal tersebut adalah panggilan hati yang terus mereka jalankan.
“Kami percaya, pendidikan adalah jembatan masa depan. Harapan kami, asrama ini bisa menjadi pintu bagi anak-anak yang memiliki keterbatasan akses untuk meraih mimpi mereka,” pungkas Linda.
Keberadaan Asrama Putra Betania bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol kepedulian dan bukti bahwa gotong royong serta kasih sayang mampu menghadirkan perubahan nyata bagi generasi penerus bangsa.















