Dilaporkan ke Polisi, Oknum Kepala Sekolah di Blora Bantah Mencakar!

TUTURPEDIA - Dilaporkan ke Polisi, Oknum Kepala Sekolah di Blora Bantah Mencakar!
banner 120x600

Blora, Tuturpedia.com – Kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan oknum kepala sekolah di Kabupaten Blora akhirnya berujung laporan polisi. Sriyanto, Kepala SDN 3 Randulawang, Kecamatan Jati, dilaporkan oleh Sudarmanto (45), ayah dari siswa berinisial ARR (13), atas dugaan tindak kekerasan terhadap anaknya.

Laporan tersebut disampaikan ke Polsek Jati pada Selasa malam, 28 April 2026. ARR diketahui merupakan siswa kelas 6 SDN 4 Doplang yang diduga menjadi korban dalam insiden tersebut.

Kapolsek Jati, AKP Suyadi, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima aduan tersebut dan tengah melakukan penanganan awal.

“Iya benar, aduan kasusnya sudah kami terima dan kami tangani saat ini,” ujarnya saat dikonfirmasi, Rabu (29/4).

Menurutnya, polisi telah meminta keterangan dari pelapor serta korban dengan pendampingan.

“Siswanya (korban) juga sudah kami mintai keterangan dengan pendampingan,” jelasnya.

AKP Suyadi menambahkan, proses penyelidikan akan segera dilimpahkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Blora untuk penanganan lebih lanjut.

“Nanti akan kita limpahkan ke Unit PPA Polres Blora. Penyelidikan akan ditindaklanjuti di sana,” katanya.

Kasus ini mencuat ke publik setelah sebuah unggahan di media sosial viral dan memicu beragam reaksi dari masyarakat.

Berdasarkan hasil penelusuran dari berbagai sumber, insiden bermula saat pertandingan semifinal bola voli dalam rangka HUT SMPN 1 Doplang, yang mempertemukan tim SDN 3 Randulawang melawan SDN 4 Doplang pada Selasa (28/4). Pertandingan tersebut dimenangkan oleh tim SDN 3 Randulawang.

Namun, suasana memanas usai pertandingan saat sesi jabat tangan kedua tim. Kericuhan pun terjadi, meski kronologi pastinya belum sepenuhnya jelas.

Dalam situasi tersebut, Sriyanto diduga memiting ARR yang disebut-sebut terlibat dalam keributan.

Akibat kejadian itu, ARR dilaporkan mengalami dua luka di bagian wajah yang diduga akibat cakaran, serta mengeluhkan sakit di bagian leher akibat pitingan.

Menanggapi tuduhan tersebut, Sriyanto membantah telah melakukan penganiayaan.

Ia mengaku hanya berusaha melerai siswa yang terlibat perkelahian.

“Saya tidak ada niatan untuk menganiaya. Saya hanya berniat untuk melerai keduanya,” ujarnya.

Terkait luka di pipi korban, Sriyanto mengaku tidak menyadarinya dan tidak mengetahui penyebabnya.

“Tidak tahu itu luka dari mana, tidak sadar. Saya hanya melerai,” tandasnya.

Hingga kini, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan. Aparat kepolisian akan mendalami keterangan saksi-saksi serta bukti yang ada untuk memastikan ada tidaknya unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

tuturpedia.com - 2026