Hadapi Ancaman El Nino, Mentan Amran Gelontorkan Rp5 Triliun untuk Selamatkan Pertanian Nasional

TUTURPEDIA - Hadapi Ancaman El Nino, Mentan Amran Gelontorkan Rp5 Triliun untuk Selamatkan Pertanian Nasional
banner 120x600

Jakarta, Tuturpedia.com – Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 triliun guna memperkuat sektor pertanian nasional dalam menghadapi potensi kekeringan akibat fenomena El Nino yang diprediksi berdampak besar. Kamis, (23/04/2026).

Langkah ini difokuskan pada penguatan sistem irigasi melalui program pompanisasi serta penyaluran benih unggul kepada petani.

Kebijakan tersebut dinilai strategis untuk menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman penurunan curah hujan yang berpotensi mengganggu masa tanam.

Menurut Amran, ketersediaan air menjadi faktor krusial dalam menjaga keberlangsungan produksi pangan. Oleh karena itu, pemerintah memprioritaskan pembangunan dan optimalisasi infrastruktur air agar lahan pertanian tetap mendapatkan pasokan yang memadai.

“Irigasi menjadi kunci utama. Kita pastikan petani tetap bisa mengakses air meskipun terjadi kekeringan,” ujarnya.

Selain itu, penggunaan benih unggul juga menjadi bagian penting dari strategi pemerintah. Benih tersebut diharapkan memiliki ketahanan lebih baik terhadap cuaca ekstrem sekaligus mampu menjaga hasil panen tetap optimal.

Pemerintah juga akan mempercepat distribusi bantuan ke wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak kekeringan, serta meningkatkan koordinasi dengan pemerintah daerah dan kelompok tani guna memastikan program berjalan efektif.

Melalui langkah ini, Kementerian Pertanian menargetkan produksi pangan nasional tetap stabil meski menghadapi tekanan perubahan iklim. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan di berbagai daerah.

Dengan kesiapan anggaran dan intervensi yang terarah, pemerintah optimistis sektor pertanian Indonesia mampu bertahan menghadapi tantangan El Nino serta tetap menjadi penopang utama kebutuhan pangan nasional.

tuturpedia.com - 2026