News  

Pembangunan Dihemat, Dewan Sibuk Berangkat: Bau Amis Berkedok Kunker DPRD Blora Bocor

TUTURPEDIA - Pembangunan Dihemat, Dewan Sibuk Berangkat: Bau Amis Berkedok Kunker DPRD Blora Bocor
banner 120x600

Blora, Tuturpedia.com — Sepertinya kamus bahasa Indonesia di Gedung DPRD Blora perlu direvisi total agar selaras dengan logika para penghuninya. Di saat Pemerintah Kabupaten sedang sibuk melakukan akrobat keuangan demi efisiensi yang mencekik, para wakil rakyat justru mempertontonkan kemahiran dalam seni menghabiskan jatah anggaran. Rabu, (08/04/2026).

Alih-alih mengencangkan ikat pinggang seperti rakyatnya yang sedang megap-megap, mereka justru sibuk melonggarkan resleting koper untuk memastikan semua perlengkapan studi banding masuk dengan sempurna, seolah hidup dalam gelembung kedap realitas di mana defisit anggaran hanyalah dongeng pengantar tidur.

Melihat jadwal kegiatan bulan April 2026, kita patut takjub pada stamina fisik para legislator ini yang seolah memiliki energi tanpa batas untuk meninggalkan konstituennya. Dari tanggal 1 hingga 29 April, agenda mereka nyaris didominasi sepenuhnya oleh Kunjungan Kerja Luar Daerah, mulai dari tingkat Alat Kelengkapan Dewan hingga Komisi.

Jadwalnya lebih padat daripada tur konser band papan atas; seakan-akan oksigen di Blora tidak lagi cukup untuk menunjang kinerja mereka, sehingga harus terus-menerus dihirup di lokasi mentereng seperti Jakarta, Yogyakarta, hingga wilayah luar Jawa.

Publik kini dipaksa menonton drama kolosal berjudul pelesiran berkedok kunker yang tayang secara maraton tanpa jeda iklan. Sungguh sebuah keajaiban administratif melihat bagaimana agenda estafet ini selalu lolos dari pisau rasionalisasi tanpa luka sedikit pun, sementara sektor lain dipaksa melakukan penghematan berdarah-darah.

Pemilihan lokasi perkotaan sebagai tujuan utama tentu bukan tanpa alasan; mereka mungkin merasa ilmu legislasi hanya bisa diserap maksimal jika dilakukan berdekatan dengan pusat perbelanjaan atau titik kuliner legendaris, sementara jalanan di Blora sendiri dibiarkan merana.

Setiap rupiah yang menguap untuk guyuran uang bensin dan hotel mewah adalah bentuk ketidakpekaan sosial yang sangat akut dan vulgar. Output dari perjalanan maraton ini biasanya hanyalah formalitas administratif berupa tumpukan kertas laporan yang gunanya hanya untuk menggugurkan kewajiban SPJ agar audit terlihat bersih secara teknis.

Rakyat sudah bosan disuguhi kabar kunker dewan namun pulang tanpa membawa solusi nyata bagi kemiskinan, pembangunan jalan, kecuali mungkin membawa oleh-oleh berupa cerita tentang fasilitas mewah yang dinikmati selama perjalanan.

Ironi ini semakin menyakitkan saat masyarakat mengingat kembali tingkah oknum dewan yang asyik berjoget ria dan gonjal-ginjal beberapa waktu lalu. Perilaku tersebut seolah menjadi simbol bahwa kunker bukan lagi soal hasil, memikirkan rakyat, melainkan ajang perayaan di atas penderitaan kas daerah yang sedang sakit.

Mosi tidak percaya semakin lebar karena hasil nyata dari kunjungan-kunjungan tersebut nyaris tidak pernah mendarat di bumi Blora, membuat publik bertanya-tanya apakah mereka masih ingat jalan pulang menuju kantor mereka sendiri di daerah.

Desakan publik kini semakin masif menuntut agar para legislator berhenti mencari-cari alasan untuk sekadar mengejar uang jalan. Mengajak mereka duduk kembali di ruang rapat daerah tampaknya jauh lebih sulit dan tidak menguntungkan bagi dompet pribadi mereka daripada mengisi tangki bensin kendaraan dinas untuk meluncur ke luar kota atas nama tugas suci negara.

Rakyat menuntut transparansi nyata, bukan sekadar jadwal formalitas yang disusun rapi untuk melegitimasi penghamburan anggaran di tengah situasi ekonomi yang sedang sulit bagi orang kecil.

Menghamburkan anggaran di tengah tuntutan efisiensi adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah yang paling nyata. Kini, publik menunggu apakah DPRD Blora memiliki keberanian moral untuk membatalkan agenda wisata legislasi mereka di sisa bulan April inidan seterunya, atau justru tetap melenggang ke luar kota dengan kepala tegak.

Sudah saatnya kepentingan rakyat diletakkan jauh di atas urusan akomodasi dan tebalnya amplop uang saku serta jatah bensin perjalanan dinas yang telah terjadwal rapi hingga akhir bulan tersebut. Sudah saatnya rakyat bergerak, tidak membiarkan para wakil rakyat bertindak sesuka udelnya.

Sumber : Grup WhatsApp Sudut Blora

tuturpedia.com - 2026