Blora, Tuturpedia.com – Tak butuh waktu lama bagi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya Kabupaten Blora untuk mengambil tindakan tegas. Senin, (06/04/2026).
Pasca viralnya video aksi arogan dan penghinaan terhadap institusi Polri, Sunoto resmi diberhentikan dan dibekukan keanggotaannya dari jabatan Ketua PAC GRIB Jaya Randublatung. Langkah ini tertuang dalam Surat Keputusan Nomor: 001/SK/DPC/GRIB-BLORA/IV/2026 yang dikeluarkan pada tanggal 07 April 2026.
Pencemaran Nama Baik Organisasi Jadi Alasan Utama
Dalam surat yang ditandatangani oleh jajaran pengurus DPC GRIB Jaya Blora tersebut, poin utama yang menjadi pertimbangan adalah tindakan arogansi dan intimidasi yang dilakukan Sunoto.
Organisasi menilai perbuatan oknum tersebut telah mencoreng nama baik GRIB Jaya di mata masyarakat, khususnya di wilayah Blora. DPC GRIB Jaya Blora menegaskan bahwa segala bentuk tindakan yang melanggar hukum dan etika organisasi tidak akan ditoleransi.
Wajib Kembalikan Atribut dan KTA
Melalui keputusan tersebut, Sunoto kini dilarang keras menggunakan atribut, simbol, maupun mengatasnamakan organisasi GRIB Jaya dalam kegiatan apa pun.
“Setelah terbit surat ini, Saudara diwajibkan mengembalikan Kartu Tanda Anggota (KTA) dan tidak berhak lagi menggunakan kewenangan sebagai pengurus maupun anggota GRIB Jaya,” tulis petikan surat keputusan tersebut.
GRIB Jaya Lepas Tanggung Jawab atas Tindakan Sunoto
DPC GRIB Jaya Blora juga memberikan pernyataan tegas bahwa organisasi tidak lagi bertanggung jawab atas segala tindakan atau perilaku Sunoto di kemudian hari. Keputusan ini merupakan respon cepat untuk menjaga integritas organisasi di bawah kepemimpinan umum Hercules Rosario Marshal, yang menekankan kedisiplinan anggota.
Langkah tegas ini mendapat apresiasi dari masyarakat Blora yang sebelumnya geram melihat video intimidasi di salah satu tempat hiburan/penginapan di Randublatung, di mana oknum tersebut sempat membawa-bawa nama Presiden terpilih Prabowo Subianto dan menghina aparat kepolisian.
Terlepas dari itu dan diberitakan sebelumnya, sebuah video amatir yang memperlihatkan aksi arogan oknum yang mengaku sebagai Ketua PAC GRIB Jaya Randublatung, Blora, kini tengah menjadi perbincangan hangat publik dan Nitizen.
Dalam rekaman yang beredar luas tersebut, oknum tersebut terlihat melakukan tindakan yang jauh dari nilai-nilai organisasi, mulai dari pemaksaan fasilitas gratis hingga penghinaan terhadap aparat penegak hukum.





















