Trailer Film Para Perasuk Resmi Dirilis, Karya Terbaru Wregas Bhanuteja Angkat Tradisi Kerasukan Desa Latas

TUTURPEDIA - Trailer Film Para Perasuk Resmi Dirilis, Karya Terbaru Wregas Bhanuteja Angkat Tradisi Kerasukan Desa Latas
banner 120x600

Tuturpedia.com — Industri film Indonesia kembali diramaikan dengan karya terbaru dari sutradara muda berbakat Wregas Bhanuteja. Film berjudul Para Perasuk resmi merilis official trailer yang memperlihatkan atmosfer cerita yang unik sekaligus penuh konflik sosial.

Film ini sebelumnya telah mencuri perhatian publik internasional setelah melakukan world premiere di ajang bergengsi Sundance Film Festival 2026. Sambutan hangat dari penonton festival menjadi sinyal kuat bahwa film ini akan menjadi salah satu tontonan yang dinantikan di Indonesia.

Trailer resmi Para Perasuk menampilkan dunia yang berlatar di Desa Latas, sebuah desa kecil di pinggiran kota yang dikenal dengan tradisi pesta kerasukan. Dalam cerita tersebut, masyarakat desa memiliki ritual unik yang menjadi bagian dari kehidupan sosial mereka.

Film ini dibintangi oleh sejumlah aktor populer seperti Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Anggun, Bryan Domani, serta Chicco Kurniawan. Selain itu, film ini juga diperkuat oleh penampilan Ganindra Bimo dan Indra Birowo.

Dalam trailer, terlihat bahwa karakter yang diperankan Angga Yunanda bernama Bayu menjadi tokoh utama yang memiliki ambisi besar. Ia bercita-cita menjadi seorang “Perasuk”, sosok yang memiliki kemampuan memimpin orang lain untuk mengalami kerasukan dalam ritual pesta tradisional tersebut.

Dalam cerita, Bayu bersama dua karakter lain yang diperankan Bryan Domani dan Chicco Kurniawan merupakan murid dari karakter yang diperankan Anggun. Ketiganya belajar untuk menguasai kemampuan menjadi Perasuk yang disegani di desa mereka.

Namun konflik mulai muncul ketika keberlangsungan hidup masyarakat Desa Latas terancam. Mata air keramat yang selama ini menjadi tempat para Perasuk mencari roh tiba-tiba menghadapi ancaman penggusuran.

Ancaman tersebut memicu perlawanan kolektif warga desa yang berusaha mempertahankan sumber kehidupan sekaligus simbol spiritual mereka.
Menurut Wregas Bhanuteja, tradisi kerasukan dalam film ini bukan sekadar elemen mistis, melainkan gambaran tentang kehidupan komunal masyarakat Indonesia.

“Pesta sambetan dan kerasukan di sini merefleksikan pengalaman komunal yang kita temui sehari-hari di Indonesia. Mereka melepaskan tekanan dan saling terkoneksi satu sama lain. Di sisi lain, kami juga ingin memperlihatkan adanya ketegangan yang berasal dari luar, yang berusaha merebut Desa Latas dari para warganya, dan bagaimana para warga di Desa Latas mempertahankannya,” ujar Wregas.

Film ini diproduksi oleh rumah produksi Rekata Studio dengan dukungan produser Siera Tamihardja, Iman Usman, dan Amalia Rusdi. Menariknya, Para Perasuk juga merupakan proyek ko-produksi internasional yang melibatkan Indonesia, Singapura, Prancis, dan Taiwan. Kolaborasi lintas negara ini menambah nilai produksi film sekaligus membuka peluang distribusi yang lebih luas di pasar global.

Bagi Angga Yunanda, memerankan karakter Bayu menjadi pengalaman yang menantang sekaligus berkesan.
“Bayu berusaha sekuat tenaga dengan apa yang dia bisa untuk mencapai level sempurna, dan selalu merasa tidak pernah cukup. Tantangan-tantangan dari Wregas dengan imajinasinya yang luar biasa, membuat karakterku di Para Perasuk menjadi sangat berkesan. Kompleksitasnya luar biasa,” kata Angga.

Secara cerita, film ini mengikuti perjalanan Bayu yang bertekad menjadi Perasuk utama demi menyelamatkan mata air keramat desa. Ia ingin memimpin pesta kerasukan besar-besaran untuk mengumpulkan dana agar warga dapat menebus kembali sumber air tersebut.
Namun di tengah perjuangannya, Bayu mulai menyadari bahwa ambisi saja tidak cukup untuk menjadi Perasuk sejati, apalagi untuk menyelamatkan desa yang ia cintai.

Kisah tersebut menghadirkan perpaduan antara drama personal, konflik sosial, dan unsur budaya yang jarang diangkat dalam film Indonesia. Dengan visual yang kuat serta tema yang dekat dengan kehidupan masyarakat, Para Perasuk diprediksi menjadi salah satu film yang menarik perhatian publik tahun ini.

Film ini dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 23 April 2026. Sementara itu, penonton dapat mengikuti perkembangan terbaru film ini melalui akun Instagram resmi @filmparaperasuk dan @rekatastudio.
Kontributor: Sarah Limbeng

tuturpedia.com - 2026