Rembang, Tuturpedia.com – Memperingati Hari Jadi Kabupaten Rembang ke-285, Lembaga Pemantau Pelayanan Publik (LP3) Kabupaten Rembang menggelar kegiatan religi dan bakti sosial pada Minggu (26/7). Kegiatan ini menjadi wujud nyata penghormatan terhadap sejarah sekaligus kepedulian sosial kepada masyarakat kecil.
Rangkaian acara diawali dengan ziarah ke makam Pangeran Seda Laut atau Raden Tumenggung Pratikto Ningrat, yang dikenal sebagai Adipati Rembang ke-2. Ziarah berlangsung khidmat di kompleks makam yang berada di belakang Masjid Agung Rembang. Senin, (27/07/2026).
Ketua dan anggota LP3 bersama-sama memanjatkan doa serta membaca tahlil sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh yang memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah Kabupaten Rembang.
Ketua LP3 Kabupaten Rembang, Sunardi, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni, tetapi bentuk refleksi atas jasa para pendahulu.
“Melalui ziarah ini kami mengenang jasa Pangeran Seda Laut sebagai Adipati Rembang ke-2. Kami berdoa agar Kabupaten Rembang selalu diberikan kedamaian, kesejahteraan, dan masyarakatnya tidak melupakan sejarah,” ujar Sunardi.
Usai ziarah, kegiatan dilanjutkan dengan aksi bakti sosial berupa pembagian paket sembako kepada puluhan tukang becak di kawasan utara Alun-alun Rembang. Penyaluran bantuan dilakukan secara tertib dengan sistem kupon yang telah dibagikan sebelumnya.
Puluhan tukang becak tampak antusias mengantre untuk menerima bantuan. Wajah-wajah penuh harap berubah menjadi senyum syukur saat paket sembako diterima.
Sunardi menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian menyambut Haul Pangeran Seda Laut yang akan digelar pada 31 Juli 2026.
Menurutnya, mengenang sejarah dan menghormati tokoh terdahulu adalah langkah penting dalam menumbuhkan rasa cinta daerah serta memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga selesai. Para tukang becak pun kembali ke pangkalan masing-masing dengan membawa bantuan serta harapan baru.
Melalui kegiatan ini, LP3 Kabupaten Rembang menegaskan bahwa peringatan hari jadi daerah tidak hanya cukup dengan seremoni, tetapi juga harus diiringi aksi nyata yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
Penulis: Lilik Yuliantoro | Editor: Permadani T.
