Panongan, Tuturpedia.com – Media sosial kembali dihebohkan oleh keluhan seorang warga terkait perbedaan harga pangkalan atau informasi yang beredar dengan realita di lapangan mengenai harga Gas Elpiji 3 Kg (Gas Melon). Sebuah unggahan foto struk belanja di grup media sosial memicu perbincangan hangat netizen setelah kedapatan menjual gas bersubsidi tersebut di atas harga yang diharapkan. Rabu, (20/05/2026).
Kejadian ini terungkap setelah seorang netizen membagikan foto struk pembelian dari “Koperasi Desa Merah Putih” yang berlokasi di Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten.
Dalam struk tertanggal 19 Mei 2026 tersebut, tertera harga untuk 1 tabung Gas Elpiji 3 Kg sebesar Rp19.000. Angka ini memicu tanda tanya dan kekecewaan bagi sang pembeli.
“Lihat di postingan medsos katanya Harga elpiji 3 kg 16.000 ribu di KMP. Kok bayarnya segini di struknya?….” tulis pengunggah dalam takarir fotonya yang kebingungan melihat nominal yang harus dibayarkan.
Dilema Harga Eceran Tertinggi (HET) Gas Melon
Perbedaan harga sebesar Rp3.000 ini langsung mengundang perhatian netizen. Bagi masyarakat kecil, selisih harga sekecil apa pun untuk barang subsidi komoditas pokok seperti gas sangatlah terasa dampaknya terhadap pengeluaran harian.
Hingga saat ini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak pengelola koperasi terkait alasan perbedaan harga antara informasi yang beredar di media sosial sebelumnya dengan nominal yang tercetak di mesin kasir tersebut.
Banyak netizen berharap pihak instansi terkait atau pemerintah desa setempat dapat meninjau kembali penyaluran dan standardisasi harga gas melon di wilayah tersebut agar tetap sesuai dengan aturan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah demi melindungi hak konsumen kurang mampu.
