Blora, Tuturpedia.com — Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai perhatian publik setelah menu yang disajikan selama dua hari berturut-turut di wilayah Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, dinilai tidak sebanding dengan sajian dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah lokal lain. Jumat, (13/03/2026).
Dalam vidio yang beredar kurang lebih dari 20 detik ini, sejumlah warga mempertanyakan standar penyajian makanan dalam program nasional tersebut karena menu yang diterima terlihat lebih sederhana dibandingkan dengan menu MBG yang beredar dari wilayah lain di media sosial.
Padahal, program yang digawangi oleh Badan Gizi Nasional ini sejatinya dirancang untuk memberantas stunting dan menjamin asupan nutrisi bagi pelajar serta kelompok rentan. Namun, realita di lapangan menunjukkan adanya kesenjangan kualitas yang mengkhawatirkan antar wilayah.
“Kami berharap ada transparansi. Mengapa di daerah lain menunya terlihat sangat layak dan bergizi lengkap, sementara di sini terasa sangat minimalis?. Tidak sesuai dengan SPPG lainnya,” ujar salah satu warga dalam vidio tersebut.
Tak hanya itu, melihat kondisi ini, warga mendorong pihak pengelola SPPG setempat untuk memberikan penjelasan terkait perbedaan menu tersebut agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah publik.
Program MBG sendiri merupakan salah satu program strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus menekan angka stunting. Karena itu, pelaksanaannya diharapkan berjalan merata, transparan, dan sesuai standar di setiap wilayah agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh semua penerima.
Tak hanya itu, masyarakat juga menuntut adanya evaluasi menyeluruh dan pengawasan ketat dari pemerintah pusat agar kualitas makanan yang disajikan tidak
“setengah-setengah”.
“Kami sebagai orang tua, berharap adanya evaluasi dan pengawasan lebih ketat agar tidak terjadi kesenjangan kualitas pelayanan antar SPPG,” ucap warga lainya
Tentunya, apa yang disampaikan warga bukan tanpa alasan, karena sebagai program strategis pemerintah, ketidakkonsistenan menu ini dikhawatirkan dapat menggerus kepercayaan masyarakat terhadap efektivitas program MBG dalam jangka panjang.















