News  

Terima Keluhan Masyarakat Menyoal Langka Gas Subsidi, Wabup Sri Setyorini Grecep Lakukan Kordinasi Lintas Sektoral

TUTURPEDIA - Terima Keluhan Masyarakat Menyoal Langka Gas Subsidi, Wabup Sri Setyorini Grecep Lakukan Kordinasi Lintas Sektoral
banner 120x600

Blora, Tuturpedia.com – Kelangkaan LPG 3 kilogram atau “gas melon” kembali dikeluhkan warga Kabupaten Blora. Aspirasi itu bahkan langsung disampaikan kepada Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, melalui grup WhatsApp komunitas “INFO BLORA SEKITARNYA”, Minggu (22/02).

Sejumlah warga mengaku kesulitan mendapatkan gas bersubsidi tersebut dalam beberapa hari terakhir. Mereka berharap pemerintah daerah segera turun tangan agar pasokan kembali stabil dan harga tetap terjangkau.

Menanggapi keluhan itu, Sri Setyorini menyampaikan akan segera berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Dindagkop).

Insyaallah nanti siang saya koordinasi dengan Dindagkop, semoga aman dan baik-baik saja. Mksh masukan dan informasinya,” tulisnya. Senin, (23/02/2024).

TUTURPEDIA - Terima Keluhan Masyarakat Menyoal Langka Gas Subsidi, Wabup Sri Setyorini Grecep Lakukan Kordinasi Lintas Sektoral

Dalam tanggapan lanjutan, ia juga mengungkapkan kemungkinan penyebab kelangkaan.

“Salah satu faktor kemungkinan banyak lonjakan UMKM di bulan puasa yang mendadak, jadi kebutuhan naik. Sabar sahabatku semuanya, mksh masukan dan informasinya,” tambahnya.

Lonjakan Kebutuhan Ramadan

Bulan Ramadan memang identik dengan meningkatnya aktivitas usaha kuliner dadakan, mulai dari pedagang takjil hingga warung makan berbuka puasa. Lonjakan jumlah UMKM ini diduga berdampak langsung pada meningkatnya konsumsi LPG 3 kg.

Meski demikian, warga berharap pemerintah tetap melakukan pengawasan ketat terhadap distribusi di lapangan. Beberapa anggota grup bahkan mendesak adanya sidak ke pangkalan dan operasi pasar guna mengantisipasi kemungkinan penimbunan.

“Harus ada operasi penimbun gas,” tulis salah satu anggota grup dengan nada tegas.

Warga Tunggu Langkah Nyata

Kelangkaan LPG 3 kg dinilai sangat memberatkan, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan pelaku UMKM kecil yang sangat bergantung pada gas bersubsidi tersebut.

Kini masyarakat Blora menunggu hasil koordinasi Pemkab melalui Dindagkop, sekaligus berharap distribusi gas kembali lancar dan tepat sasaran selama Ramadan.
Publik berharap persoalan ini segera terurai agar aktivitas dapur rumah tangga maupun usaha kecil tetap berjalan normal tanpa keresahan berkepanjangan.

tuturpedia.com - 2026