Tuturpedia.com — Film terbaru bertajuk “Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki” siap meramaikan musim Lebaran tahun depan. Film produksi Tiger Wong Entertainment ini menghadirkan deretan nama besar lintas generasi dengan kisah yang memadukan nuansa keluarga, budaya, serta komedi yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.
Salah satu sorotan utama datang dari Prilly Latuconsina, yang untuk pertama kalinya bekerja sama dengan Baim Wong dan Tiger Wong Entertainment. Kolaborasi tersebut menjadi pengalaman baru bagi Prilly, terlebih karena dirinya harus menghadapi tantangan akting yang belum pernah dijalani sebelumnya.
Dalam film ini, Prilly dituntut mempelajari bahasa Arab demi mendalami karakter yang diperankannya. Tantangan tersebut diakuinya menjadi salah satu yang paling berat selama berkarier di dunia seni peran.
Kesulitan itu bukan tanpa alasan. Di luar aktivitas syuting, Prilly diketahui sedang fokus mempelajari bahasa Korea untuk kebutuhan pribadinya. Kini, ia harus membagi waktu untuk menguasai dua bahasa sekaligus.
“Belajar bahasa Arab menjadi tantangan terbesar saya untuk film ini. Apalagi saat ini saya juga sedang belajar bahasa Korea untuk kehidupan pribadi,” ungkap Prilly.
Kemampuan berbahasa menjadi bagian penting dalam membangun karakter di film ini. Tak hanya Prilly, pemain lain juga mendapat tantangan serupa. Davina Karamoy dipercaya memerankan karakter yang berasal dari budaya Manado. Demi menghidupkan tokohnya, Davina akan banyak menggunakan bahasa Manado sepanjang film. Tak hanya itu, ia juga memerankan karakter yang merupakan seorang penganut Katolik, sehingga membutuhkan pendalaman karakter yang berbeda dari peran-peran sebelumnya.
Perbedaan latar belakang budaya antara karakter Prilly dan Davina menjadi salah satu elemen menarik yang akan disuguhkan kepada penonton. Keberagaman budaya tersebut menjadi warna tersendiri dalam cerita yang ingin disampaikan film Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki. Selain menghadirkan unsur komedi, film ini juga akan menampilkan dinamika hubungan antarkarakter dengan latar budaya yang berbeda.
Hal menarik lainnya datang dari proses kreatif di balik layar.
Selama ini, Baim Wong dikenal cukup aktif memberikan kontribusi dalam penulisan ide maupun naskah di sejumlah proyek film yang diproduksinya. Namun, untuk film kali ini, ia memilih memberikan kepercayaan penuh kepada penulis skenario Cassandra Massardi.
Dengan demikian, naskah Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki ditulis sepenuhnya oleh Cassandra tanpa campur tangan Baim Wong dalam proses penulisannya.

Keputusan tersebut menjadi fakta menarik mengingat Baim biasanya turut terlibat dalam pengembangan cerita pada proyek-proyek sebelumnya. Selain cerita dan proses produksi, kekuatan film ini juga terletak pada jajaran pemain yang sangat beragam.
Film ini dibintangi oleh Prilly Latuconsina, Fadil Jaidi, Sarae, Luqman Sardi, Alex Abbad, Dawiyah Zaidah, Davina Karamoy, Kenzo Eldrago Wong, Kiano Tiger Wong, Tabebita, Aming, Ria SW, Indra Birowo, Pak Muh, Erik Estrada, Ririn Dwi Ariyanti, Cracker, hingga Erma Fatimah.
Perpaduan aktor senior, komedian, kreator digital, hingga bintang muda diharapkan mampu menghadirkan chemistry yang segar di layar lebar. Kehadiran Fadil Jaidi, Aming, Indra Birowo, dan Ria SW juga diprediksi akan memperkuat unsur komedi yang menjadi salah satu daya tarik film ini.
Sementara itu, aktor senior seperti Luqman Sardi, Alex Abbad, dan Ririn Dwi Ariyanti diyakini akan memberikan kualitas akting yang semakin memperkuat cerita. Dengan konsep yang mengangkat keberagaman budaya Indonesia, penggunaan berbagai bahasa daerah, serta dibalut komedi keluarga, Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki dipersiapkan menjadi salah satu tontonan yang berbeda di momen Lebaran.
Film ini juga menjadi ajang kolaborasi perdana Prilly Latuconsina bersama Tiger Wong Entertainment sekaligus memperlihatkan sisi baru kemampuan aktingnya setelah mempelajari bahasa Arab demi totalitas memerankan karakter. Jika seluruh proses produksi berjalan sesuai rencana, “Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki” akan hadir di bioskop Indonesia pada Lebaran tahun depan, siap menjadi pilihan hiburan keluarga dengan balutan komedi, budaya, dan kisah yang penuh kehangatan.
Kontributor: Sarah Limbeng














