Blora, Tuturpedia.com – Jagat media sosial di wilayah Blora tengah dihebohkan oleh unggahan seorang warga yang memperlihatkan menu Program Makan Bergizi (MBG) yang dinilai jauh dari standar layak. Rabu, (11/03/2026).
Dalam unggahan video yang viral, terlihat satu paket makanan hanya berisi satu butir telur rebus, sepotong singkong (telo), dan tempe tipis.

Konten tersebut memicu perdebatan panas setelah sebuah akun media sosial mengunggah pernyataan bahwa menu tersebut adalah hoaks. Pihak tersebut mengklaim telah melakukan penelusuran di wilayah Blora Selatan dan tidak menemukan adanya peredaran menu seperti yang ada di video.
Kesaksian Warga: “Ini Real, No Settingan!”
Namun, klaim hoaks tersebut segera dibantah oleh netizen. Sang pengunggah video asli, akun !Nesss_, menegaskan bahwa apa yang ia tunjukkan adalah fakta lapangan yang ia alami sendiri.
“Hoaks apanya? Itu video saya dan itu real! Semakin lama semakin parah,” tulisnya dalam kolom komentar.
Tak hanya itu, beberapa pengguna lain yang mengaku sebagai kader Posyandu turut membenarkan kondisi tersebut.
Mereka menyebutkan bahwa menu tersebut diperuntukkan bagi kelompok B3 (Balita, Ibu Hamil, dan Ibu Menyusui). Keluhan mengenai penurunan kualitas anggaran juga mencuat, di mana disebutkan jatah yang semula senilai Rp8.000 kini diduga menyusut hingga Rp5.000-an per paket.
Kini publik netizen menuntut transparansi. Perdebatan ini mencerminkan keresahan masyarakat terhadap distribusi program bantuan gizi.
Namun, di satu sisi, ada laporan keberhasilan program di wilayah lain seperti Cepu, namun di sisi lain, potret “singkong dan telur” di Blora Selatan ini menjadi tamparan keras jika benar terbukti.
Warga berharap pihak terkait, terutama penyelenggara program di tingkat kecamatan maupun desa, segera memberikan klarifikasi terbuka dan melakukan audit terhadap penyaluran anggaran Makan Bergizi tersebut agar tepat sasaran dan memenuhi standar gizi yang dijanjikan.















