Demak, Tuturpedia.com – Para pedagang di Pasar Bintoro Demak, mengeluhkan langkanya Minyak Kita di pasaran. Minyak goreng bersubsidi yang harganya ekonomis dibandingkan minyak bermerek.
Kelangkaan Minya Kita disampaikan sejumlah pedagang kelontong di Pasar Bintoro Demak, kepada Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen. Saat menyambangi Pasar Bintoro, Senin sore, 9 Maret, Gus Yasin bertemu dengan sejumlah pedagang kelontong.
“Bahan kebutuhan pokok lain masih wajar harganya. Beras, bawang merah, kemiri, masih wajar. Yang harganya naik minyak goreng. Apalagi Minyak Kita, harga naik dan barangnya langka,” tutur Ny Marni, salah seorang pedagang.

Dia mengatakan, konsumen suka menggunakan Minyak Kita karena volumenya yang penuh 1 liter. Sesuai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 18 Tahun 2024, HET MinyaKita ditetapkan sebesar Rp 15.700 per liter.
“Kalau aturannya dijual Rp 16 ribu, tetapi sekarang jualnya Rp 18 ribu, itu pun barangnya nggak ada,” keluhnya.
Keluhan serupa disampaikan pedagang lain yang ditemui Gus Yasin, di Pasar Bintoro. Konsumen lebih suka Minyak Kita bukan hanya kemasannya yang 1.000 ml atau 1 liter penuh. Akan tetapi dengan harga yang ekonomis, kualitasnya juga tetap terjaga.
“Kalau kemasan isinya nggak sampai 1 liter, hanya 800 ml,” kata pedagang yang lain.
Menanggapi hal tersebut, Gus Yasin langsung menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan pengecekan kepada distributor yang menyalurkan minyak goreng di Pasar Bintoro.
“Coba dicek nanti, kalau harganya benar segitu, disuruh turun,” tegasnya kepada OPD yang mendampingi.
Gus Yasin juga menyapa masyarakat yang berada di sekitar pasar. Dia juga bercengkerama dengan para penarik becak di pasar setempat, dan membagikan bantuan sembako.















