News  

Pasang Badan untuk Penendang Kucing, Mantan Bupati dan Wakil Bupati Blora Yudhi Sancoyo Bukannya dapat Pujian, Tapi Dirujak Hujatan Netizen

TUTURPEDIA - Pasang Badan untuk Penendang Kucing, Mantan Bupati dan Wakil Bupati Blora Yudhi Sancoyo Bukannya dapat Pujian, Tapi Dirujak Hujatan Netizen
banner 120x600

Blora, Tuturpedia.com – Gelombang hujatan tak terbendung menghujani mantan Bupati Blora, Jawa Tengah, Yudhi Sancoyo. Alih-alih mendinginkan suasana, pernyataan Yudhi yang dianggap membela Pujianto—tersangka kasus penendangan kucing di Stadion Kridosono—justru memicu amarah publik. Minggu, (15/03/2026).

Di berbagai platform media sosial, mulai dari Facebook hingga TikTok, Yudhi Sancoyo kini menjadi sasaran empuk “rujak” netizen yang geram.

Alibi “Kridosono Bukan Tempat Angon Kucing” Memicu Polemik

Dalam sebuah pernyataan yang viral, Yudhi mempertanyakan tanggung jawab pemilik kucing dan menyebutkan bahwa Kridosono bukanlah tempat untuk memelihara hewan.

Ia bahkan melontarkan perumpamaan yang dianggap konyol oleh warga siber, yakni bagaimana jika yang jatuh adalah si penendang (Puji) akibat terserimpet kucing tersebut.

“Kridosono itu bukan tempat angon (menggembala) kucing… Kridosono itu kayak alun-alun,” ujar Yudhi dalam rekaman yang beredar tersebut. Pernyataan ini dinilai publik sebagai upaya pengalihan isu atas tindakan kekerasan terhadap hewan yang jelas-jelas terekam kamera.

Diserang dari Segala Sisi: Facebook dan TikTok Membara

Pantauan di kolom komentar media sosial netizen tak segan melontarkan komentar pedas dan menohok. Banyak yang menilai Yudhi sudah kehilangan empati dan terlalu jauh ikut campur dalam proses hukum yang sedang berjalan.

Hening Rudimeong, salah satu netizen yang vokal, mengecam keras keterlibatan mantan Bupati dan wakil Bupati Blora ini.

“Anda harusnya bisa nahan diri untuk tidak ikut campur. Ini menjadi kewenangan kejaksaan kalau untuk mediasi. Untuk apa kalian repot dan tidak etis begini?” tulisnya dengan nada tinggi.

Kurniawan Dwi H, di Facebook, menulis dengan tajam: “Pantesan ora dipilih maneh (pantas saja tidak dipilih lagi). Mantan Bupati kok ngono… Salah ya dihukum lah!”

Di TikTok, komentar tak kalah sadis. Akun AR MUSIC dan lainnya menyindir usia Yudhi dengan komentar: “Emang umur segini lagi lucu-lucunya,” mengisyaratkan bahwa pernyataan sang mantan bupati dianggap lelucon yang tidak bermutu.

Kritik Etika dan Intervensi Hukum

Publik juga menyoroti klaim Yudhi yang menyebut telah berkomunikasi dengan Kyai untuk urusan ini. Netizen mempertanyakan apa hubungannya kekerasan terhadap hewan dengan otoritas keagamaan.

Opo urusane kucing karo kyai… Urusan nendang kucing nganti mati kok tekan kyai,” tulis akun Suharjo Bas, mengungkapkan keheranannya.

Hingga berita ini diturunkan, sentimen negatif terhadap Yudhi Sancoyo terus meningkat.

Masyarakat meminta agar semua pihak menghormati proses hukum terhadap Pujianto tanpa ada intervensi dari tokoh politik mana pun, apalagi dengan narasi yang seolah-olah menyalahkan keberadaan hewan di ruang publik.

tuturpedia.com - 2026