Indeks
News  

Para Peneliti di MIT Kembangkan Baterai Setipis Rambut untuk Robot Kecil

Peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) kembangkan baterai berukuran sangat kecil untuk robot kecil. Foto: pixabay.com/alexei_other
Peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) kembangkan baterai berukuran sangat kecil untuk robot kecil. Foto: pixabay.com/alexei_other

Tuturpedia.com – Selama beberapa tahun, Laboratorium Strano telah mengerjakan robot kecil yang dapat merasakan dan merespons rangsangan di lingkungannya.

Salah satu tantangan besar dalam mengembangkan robot kecil adalah memastikan bahwa mereka memiliki kekuatan yang cukup.

Pengembang robot kecil lainnya yang menggunakan sumber energi dari beberapa sumber, seperti bot berukuran sel. Selain itu, peneliti lain juga telah bereksperimen dengan memberi daya pada perangkat skala mikro menggunakan tenaga surya. Namun keterbatasan pendekatan tersebut adalah robot harus selalu diarahkan ke laser atau sumber cahaya lain.

Dari banyaknya eksperimen mengenai kecocokan baterai untuk robot kecil sebelumnya, para peneliti MIT secara resmi memamerkan baterai kecil seukuran rambut manusia!

Dikutip dari laman TechCrunch, Selasa (20/8/2024), baterai kecil ini memiliki ukuran berukuran panjang 0,1 millimeter dan tebal 0,002 millimeter. Nantinya akan memberi daya pada sistem robot kecil untuk melaksanakan berbagai tugas seperti menargetkan pengiriman obat ke dalam tubuh manusia hingga memeriksa kebocoran gas pada saluran pipa.

Meskipun ukurannya hampir tidak terlihat, para peneliti mengatakan baterai tersebut dapat menghasilkan tegangan hingga 1 volt dan dapat memberi daya pada sensor, sirkuit, atau bahkan aktuator yang bergerak.

“Kami pikir ini akan sangat memungkinkan bagi robotika. Kami sedang membangun fungsi robotik pada baterai dan mulai menggabungkan komponen-komponen ini ke dalam perangkat,” jelas Profesor Michael Strano, yang menjabat sebagai penulis senior makalah tersebut.

Bagaimana Baterai Berukuran Sehelai Rambut Bekerja?

Pada penelitian ini, para peneliti menggunakan jenis baterai yang dikenal sebagai baterai zinc-air. Baterai ini juga diketahui memiliki masa pakai lebih lama dibandingkan jenis baterai lainnya karena kepadatan energinya yang tinggi dan sering digunakan dalam alat bantu dengar.

Bukan hanya itu, baterai yang dirancang para peneliti ini juga terdiri dari elektroda seng yang dihubungkan ke elektroda platinum, ditanamkan ke dalam strip polimer yang disebut SU-8, yang biasa digunakan untuk mikroelektronika.

Ketika elektroda ini berinteraksi dengan molekul oksigen dari udara, seng menjadi teroksidasi dan melepaskan elektron yang mengalir ke elektroda platinum, menciptakan arus.

Namun, selama pengembangan pertamanya, peneliti masih menggunakan kabel untuk menghubungkan baterai mereka ke perangkat eksternal Namun, harapan mereka di masa depan adalah dapat membuat robot yang komponen baterainya bisa dimasukkan ke dalam perangkat.***

Penulis: Anna Novita Rachim

Editor: Annisaa Rahmah

Exit mobile version