Indeks

Memanggil Segaris Benang di Langit Tegal: Saat Tradisi Adu Layangan Merawat Ekonomi Rakyat

Tegal, Tuturpedia.com — Ada nostalgia yang tak pernah benar-benar pupus setiap kali bulan Agustus tiba. Di tengah riuh rendah peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia, bentangan benang dan warna-warni kertas minyak yang membumbung di udara selalu berhasil menyedot perhatian warga dari berbagai lapisan usia.

Semangat kebersamaan dan tradisi inilah yang kembali dihidupkan oleh organisasi kemasyarakatan Squad Solidarity Tegal Raya melalui helatan “Parade Layangan Indonesia: Sejuta Warna Indonesia Merdeka”.

Setelah sukses menyelenggarakan ajang serupa tahun lalu, tahun ini Squad Solidarity kembali menggelar festival adu skil layangan tingkat Kabupaten Tegal yang diproyeksikan lebih semarak, melibat publik lebih luas, serta menggerakkan roda ekonomi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Berawal dari Ide Ketua Umum, Mewujud Ruang Kreatif Warga

Gagasan segar ini pertama kali dicetuskan oleh Ketua Umum Squad Solidarity, Bpk. Ade Krisna. Ia melihat bahwa permainan tradisional layang-layang memiliki potensi besar jika dikemas secara terorganisasi, tidak sekadar menjadi hiburan rakyat, tetapi juga ruang kolaborasi antar-sektor kemasyarakatan.

Dalam wawancara khusus melalui sambungan telepon pada Kamis (20/8/2026), Ketua Panitia Pelaksana Mizanafi Daniar, yang hadir mewakili Ade Krisna, mengungkapkan latar belakang dan misi besar di balik kegiatan ini.

“Tahun lalu kami sudah pernah melaksanakan parade layangan skala kabupaten. Untuk tahun ini, atas arahan Ketua Umum kami, Pak Ade Krisna, event ini dibuat lebih luas dan terkonsep. Kami melibatkan berbagai lini UMKM serta merangkul bidang-bidang internal di organisasi agar semuanya hadir dan berkontribusi langsung di lapangan,” ujar Mizanafi Daniar.

Ia menambahkan, esensi utama kegiatan ini adalah murni dari dan untuk masyarakat lokal.

“Ini adalah kegiatan murni lokal, gerakan masyarakat. Kami ingin menghadirkan ruang silaturahmi yang riang gembira, menjunjung tinggi sportivitas, sekaligus memantik pergerakan ekonomi warga setempat melalui booth-booth UMKM yang disediakan,” tegasnya.

Teknis Perlombaan: Adu Skil Adil dengan Peralatan dari Panitia

Untuk menjamin keadilan (fairness) dan keamanan seluruh peserta, panitia menerapkan aturan standar perlombaan yang mutlak. Menariknya, peserta tidak perlu repot membawa alat sendiri karena layangan dan benang gelasannya disiapkan langsung oleh panitia.

Berdasarkan petunjuk teknis resminya, berikut poin-poin penting aturan main perlombaan:

  1. Pendaftaran dan Biaya: Biaya registrasi relatif sangat terjangkau, yaitu Rp30.000,- per peserta. Biaya ini sudah mencakup fasilitas ID Card peserta, sertifikat, serta set layangan dan benang gelasan.
  2. Spesifikasi Layangan & Benang: Jenis layangan adu bebas dengan ukuran maksimal 100x100cm. Benang yang digunakan adalah gelasan khusus sepanjang maksimal 100 meter yang disiapkan panitia. Penggunaan benang kawat, tali baja, atau bahan berbahaya lainnya dilarang keras demi keselamatan bersama.
  3. Sistem Pertandingan: Menggunakan sistem tanding satu lawan satu (1 vs 1) dalam format ronde. Setiap pertandingan berlangsung maksimal 10 menit. Menariknya, bagi peserta yang gugur di ronde awal, panitia memberikan kesempatan daftar ulang untuk kembali bertanding (maksimal 2 kali).
  4. Penentuan Pemenang: Peserta dinyatakan menang apabila berhasil memutuskan benang lawan, membuat lawan keluar dari area pertandingan (minimal jarak antarpeserta 20 meter), atau jika lawan tidak mampu menerbangkan kembali layangannya dalam batas waktu yang ditentukan.

Total Hadiah Jutaan Rupiah, Doorprize Kulkas, hingga Hiburan Band Lokal

Tak sekadar perebutan gengsi para ‘flayer’ (pemain layangan), panitia juga mengucurkan total hadiah uang tunai bernilai jutaan rupiah beserta piala kejuaraan:

  • Juara 1: Piala Ketua Umum Squad Solidarity + Uang Tunai Rp5.000.000,-
  • Juara 2: Piala + Uang Tunai Rp3.000.000,-
  • Juara 3: Piala + Uang Tunai Rp1.500.000,-

Selain trofi utama, panitia menyediakan beragam doorprize menarik yang siap diboyong pulang oleh pengunjung dan peserta, mulai dari barang elektronik seperti kulkas dua pintu, TV LED layar lebar, hingga kipas angin.

Suasana lapangan dipastikan kian meriah dengan adanya panggung utama yang menampilkan band-band lokal Tegal, booth kuliner serta jajanan khas warga, area P3K, hingga jaminan keamanan lokasi.

Jadwal dan Lokasi Pelaksanaan

Bagi warga Tegal dan sekitarnya yang ingin bernostalgia sekaligus menguji ketangkasan jemari di atas benang, catat tanggal-tanggal penting berikut:

  • Pendaftaran: Buka sejak 10 Agustus 2026
  • Technical Meeting (Wajib): Kamis, 27 Agustus 2026 (Peserta wajib membawa bukti pendaftaran untuk ditukarkan dengan ID Card)
  • Pelaksanaan Lomba: Mulai Sabtu, 29 Agustus 2026 (Berlangsung setiap hari Sabtu & Minggu)
  • Lokasi Pertandingan: Lapangan Dukuhturi, Kabupaten Tegal

Pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui transfer rekening BCA 0471978841 atas nama Ade Krisna, atau menghubungi layanan Contact Person di nomor WhatsApp 0856-7477-74555 serta akun Instagram resmi @squadsolidarity / @dpp_squadsolidarity

Lebih dari Sekadar Lomba: Merawat Budaya dan Kebersamaan

Di tengah gempuran gim digital dan modernisasi hiburan, hadirnya Parade Layangan Indonesia di Lapangan Dukuhturi ini menjadi semacam penawar rindu. Mengudara bersama benang gelasan di bawah langit merah-putih Tegal bukan cuma soal siapa yang berhasil memutus benang lawan, melainkan tentang bagaimana sebuah komunitas mampu merajut kembali tali silaturahmi, merayakan kemerdekaan dengan riang, dan menghidupkan ekonomi tetangga sendiri.***

Penulis: Rizal Akbar | Editor: Permadani T.

Exit mobile version