Indeks

Malam 1 Suro! Tradisi Jamasan Barongan Lawas Milik Singo Sari Budoyo Siap Digelar Malam Ini

Blora, Tuturpedia.com – Suasana magis dan sakral dipastikan akan menyelimuti wilayah Sawahan, Ngawen, Kabupaten Blora pada malam ini. Menandai pergantian tahun dalam kalender Jawa, Sanggar Seni Barong Singo Sari Budoyo bersiap menyelenggarakan ritual tahunan yang paling dinanti oleh masyarakat, yakni Jamasan Barongan Lawas dan Kirab Obor Suran Ageng Malam 1 Suro 1960.

Ritual jamasan atau penyucian pusaka barongan ini bukan sekadar pertunjukan seni biasa, melainkan sebuah tradisi turun-temurun yang sarat akan nilai spiritual.

Kepala Barongan kuno (lawas) yang selama ini disakralkan akan dikeluarkan dari tempat penyimpanan khusus untuk dibersihkan dengan air bunga setaman dan minyak wewangian khusus.

Prosesi ini merupakan simbol pembersihan diri, refleksi spiritual, serta doa penolak bala memasuki tahun yang baru. Setelah prosesi jamasan inti selesai, acara akan dilanjutkan dengan Kirab Obor dan Barongan.

Ratusan obor bambu tradisional akan dinyalakan, membelah kegelapan malam di sepanjang jalan protokol Kecamatan Ngawen. Iring-iringan penari, pemusik, serta tokoh adat yang mengarak Barongan Singo Sari Budoyo diprediksi akan menyedot perhatian ribuan pasang mata warga lokal maupun wisatawan luar daerah.

Berdasarkan selebaran resmi yang dirilis oleh pihak panitia, acara sakral ini akan dilangsungkan pada:

Hari/Tanggal: Senin, 15 Juni 2026
Waktu: Pukul 21.00 WIB s.d. Selesai
Titik Kumpul: Sanggar SSB, Sawahan, Ngawen, Blora

Rute Resmi Kirab Obor dan Barongan:

Untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas, panitia bersama pihak keamanan setempat telah menetapkan jalur resmi kirab. Iring-iringan akan memulai pergerakan dari Sanggar SSB, melintasi Jl. Sawahan, menuju Terminal Ngawen, berlanjut ke Jl. Purwodadi, melewati area Rudal, dan akhirnya kembali ke titik semula di Sanggar SSB.

Ketua panitia pelaksana menyampaikan bahwa acara ini diselenggarakan sebagai bentuk komitmen pemuda dan seniman lokal dalam merawat eksistensi seni Barongan Blora yang telah diakui secara nasional.

Bagi masyarakat yang hendak menyaksikan, diimbau untuk tetap menjaga ketertiban, menghormati kesakralan ritual, serta memarkirkan kendaraan di kantong-kantong parkir resmi demi kelancaran jalannya tradisi Suran Ageng tahun ini.

Penulis: Lilik Yuliantoro Editor: Permadani T.
Exit mobile version