Blora, Tuturpedia.com — Prestasi membanggakan diraih Da’i Rafie’ Niscala, siswa SDN 1 Kacangan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, yang sukses menyabet peringkat ketiga dalam kejuaraan lari tingkat kabupaten. Senin, (15/06/2026).
Namun di balik pencapaian tersebut, Rafie menyampaikan sorotan serius terkait kondisi lintasan lomba yang dinilai membahayakan keselamatan peserta.
Rafie, yang juga dikenal sebagai atlet lari formula dan kanga, mengungkapkan bahwa lintasan yang digunakan dalam perlombaan dipenuhi kerikil tajam. Kondisi tersebut membuat peserta kesulitan berlari dengan nyaman dan aman.
“Kalau tidak pakai sepatu, kaki terasa sakit dan lecet. Tapi kalau pakai sepatu justru licin dan mudah terpeleset karena tergesek kerikilnya,” ujarnya.
Ia menegaskan, kritik yang disampaikannya bukan untuk meremehkan penyelenggaraan lomba, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan seluruh peserta, khususnya atlet-anak yang masih dalam masa pembinaan.
Meski harus bertanding di lintasan yang kurang ideal, bahkan dalam kondisi tubuh yang tidak sepenuhnya fit, semangat Rafie tidak surut. Ia tetap berjuang maksimal hingga berhasil meraih posisi ketiga.
“Saya tetap berusaha memberikan yang terbaik meski badan terasa kurang fit. Saya bangga bisa meraih juara 3, tapi ke depannya saya ingin terus berlatih keras dan menjaga kebugaran agar hasilnya bisa lebih maksimal lagi,” tambahnya penuh semangat.
Dalam kesempatan tersebut, Rafie juga menyampaikan rasa terima kasih kepada para guru pembina di Kecamatan Todanan yang telah membimbing dan melatihnya, serta kepada kedua orang tuanya yang selalu memberikan dukungan dan doa.
Keberhasilan Rafie menjadi bukti nyata semangat juang atlet muda daerah. Di sisi lain, sorotannya terhadap kondisi lintasan diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara, agar ke depan kompetisi olahraga dapat berlangsung dengan fasilitas yang lebih aman, layak, dan mendukung prestasi atlet secara optimal.
