Indeks
News  

Kilas Balik Bedah Rumah 2026: Baru 46,72 Persen, Pemerintah Kejar Target 400 Ribu Hunian

Jakarta, Tuturpedia.com — Program Bedah Rumah atau Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) masih berpacu dengan target besar pada 2026. Hingga akhir September, realisasi program tersebut baru mencapai 46,72 persen dari target nasional sebanyak 400 ribu unit rumah. Rabu, (07/10/2026).

Capaian tersebut disampaikan Direktur Jenderal Kawasan Permukiman Kementerian PKP Fitrah Nur di Jakarta, Rabu (30/9/2026).

“Sampai sekarang 46,72 persen se-Indonesia. Tapi bervariasi memang, ada yang lebih tinggi. Usulan sudah enggak ada lagi yang baru. Kita sudah menjalankan yang ada saja sekarang,” ujar Fitrah.

Dengan target 400 ribu rumah, capaian 46,72 persen berarti sekitar 186.880 unit rumah telah masuk dalam realisasi program. Artinya, masih terdapat sekitar 213.120 unit yang harus dikejar agar target 2026 terpenuhi. Pemerintah sendiri mengalokasikan anggaran sekitar Rp8,57 triliun untuk pelaksanaan BSPS 2026. Fitrah optimistis target tersebut tetap dapat dicapai meski realisasi pada akhir September belum mencapai separuh target.

“Kita harus yakin itu tercapai,” katanya.

Kejar Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni

BSPS merupakan salah satu program pemerintah untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) meningkatkan kualitas tempat tinggal. Melalui skema tersebut, masyarakat mendapatkan dukungan pemerintah untuk meningkatkan kualitas rumah atau membangun rumah baru secara swadaya dengan mengedepankan semangat gotong royong.

Program ini menjadi penting karena persoalan rumah tidak layak huni masih menjadi pekerjaan besar di berbagai daerah. Bagi masyarakat berpenghasilan rendah, biaya memperbaiki atap, dinding, lantai maupun bagian penting rumah sering kali sulit dipenuhi secara mandiri.

Karena itu, kecepatan penyaluran bantuan sekaligus ketepatan sasaran menjadi faktor penting agar program tidak sekadar mengejar angka realisasi, tetapi benar-benar menyentuh keluarga yang membutuhkan.

Foto: ilustrasi bedah rumah di luar kabupaten Blora

Strategi Bedah Rumah 2027 Mulai Disiapkan

Kementerian PKP bahkan mulai menyiapkan pelaksanaan BSPS untuk tahun berikutnya. Untuk 2027, pemerintah menargetkan program BSPS sebanyak 315 ribu unit rumah. Fitrah mengatakan proses pengusulan untuk program tersebut diharapkan sudah masuk pada Desember 2026 sehingga pelaksanaan dapat dimulai lebih awal.

“Strategi tahun depan kita rencananya di Februari atau Maret sudah mulai. Jadi usulannya kita minta di Desember (2026) sudah masuk,” ujarnya.

Langkah tersebut menunjukkan pemerintah ingin mempercepat siklus pelaksanaan program agar bantuan bedah rumah tidak menumpuk pada akhir tahun.

Rp10,85 Triliun Disiapkan untuk Perumahan pada 2027

Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait menyatakan sektor perumahan dan kawasan permukiman mendapat porsi dominan dalam anggaran kementeriannya pada 2027. Dari pagu Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga (RKA K/L) 2027 sebesar Rp11,76 triliun, sekitar Rp10,85 triliun atau 92,23 persen dialokasikan untuk Program Perumahan dan Kawasan Permukiman. Sedangkan sekitar Rp913,82 miliar dialokasikan untuk Program Dukungan Manajemen.

Dari anggaran program perumahan tersebut, alokasi terbesar kembali diarahkan untuk BSPS atau program bedah rumah, yakni sekitar Rp8,67 triliun dengan target 315 ribu unit rumah.

Besarnya alokasi tersebut memperlihatkan bahwa perbaikan kualitas hunian masyarakat masih menjadi salah satu fokus utama pemerintah. Namun, di tengah besarnya anggaran dan target yang ditetapkan, tantangan berikutnya adalah memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang paling membutuhkan.

Sebab, ukuran keberhasilan program bedah rumah bukan hanya berapa banyak rumah yang tercatat selesai diperbaiki, tetapi juga seberapa jauh program tersebut mampu mengubah rumah tidak layak menjadi hunian yang lebih aman, sehat, dan layak bagi keluarga penerima manfaat.

Kilas balik hingga September 2026 ini menjadi catatan penting: target 400 ribu rumah masih harus dikejar, sementara pemerintah sudah menatap target baru 315 ribu unit pada 2027.

Penulis: Lilik Yuliantoro | Editor: Permadani T.

Exit mobile version