Indeks

Kekeringan Melanda Banjarejo, BAZNAS Blora Salurkan 8 Tangki Air Bersih ke Empat Desa

Blora, Tuturpedia.com – Kekeringan yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Blora mulai berdampak langsung terhadap kebutuhan dasar masyarakat, terutama ketersediaan air bersih. Kondisi tersebut mendorong berbagai pihak untuk turun tangan membantu warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Salah satunya dilakukan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Blora dengan menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak kekeringan di Kecamatan Banjarejo, Selasa (29/9/2026).

Sebanyak delapan tangki air bersih disalurkan ke empat desa yang mengalami kesulitan air. Keempat desa tersebut yakni Desa Wonosemi, Desa Balong Sari, Desa Sidomulyo, dan Desa Mojowetan.

Penyaluran air bersih tersebut menjadi bagian dari program kemanusiaan BAZNAS Kabupaten Blora. Bantuan diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan warga di tengah kondisi sumber air yang semakin sulit diperoleh akibat musim kemarau.

Ketua BAZNAS Kabupaten Blora, H. Sutaat, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat yang saat ini menghadapi persoalan kekurangan air bersih.

Menurutnya, penyaluran delapan tangki air bersih yang dilakukan pada Selasa tersebut belum seluruhnya mencukupi kebutuhan masyarakat. Karena itu, BAZNAS berencana melanjutkan penyaluran bantuan pada waktu berikutnya.

“Kekurangannya kita akan salurkan di lain waktu. Ini adalah salah satu program kemanusiaan BAZNAS Kabupaten Blora dalam rangka ikut meringankan beban teman-teman, saudara-saudara kita yang hari ini mengalami kesulitan air bersih atau istilahnya mengalami kekeringan,” ujar Sutaat.

Bukan Sekadar Air, tetapi Menyangkut Kebutuhan Dasar

Persoalan kekeringan bukan hanya berkaitan dengan berkurangnya sumber air. Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terdampak, ketersediaan air bersih menyangkut berbagai kebutuhan dasar, mulai dari minum, memasak, mandi, mencuci hingga kebutuhan rumah tangga lainnya.

Ketika sumber air mengering atau debitnya menurun, masyarakat harus mencari sumber air lain yang terkadang berada cukup jauh dari permukiman.

Dalam kondisi seperti itu, bantuan air bersih menjadi sangat berarti. Kedatangan mobil tangki ke desa-desa terdampak setidaknya dapat mengurangi beban warga yang harus memenuhi kebutuhan air sehari-hari.

BAZNAS Kabupaten Blora pun memilih penyaluran air bersih sebagai salah satu bentuk program kemanusiaan untuk merespons kondisi masyarakat yang membutuhkan bantuan secara langsung.

Sutaat berharap air bersih yang disalurkan dapat memberikan manfaat bagi warga penerima, sekaligus menjadi bentuk nyata kepedulian para muzaki yang telah menyalurkan zakat melalui BAZNAS.

“Semoga bantuan BAZNAS berupa air bersih ini menjadi bantuan yang manfaat dan barokah. Amin Allahuma amin,” katanya.

Apresiasi untuk Para Muzaki

Dalam kesempatan tersebut, Sutaat juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para muzaki yang telah mempercayakan penyaluran zakatnya melalui BAZNAS Kabupaten Blora.

Dukungan dari para muzaki dinilai memiliki peran penting dalam memungkinkan BAZNAS menjalankan berbagai program sosial dan kemanusiaan, termasuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi kekeringan.

Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Bupati Blora dan Wakil Bupati Blora atas dukungan zakat yang disalurkan melalui BAZNAS.

Menurutnya, zakat tidak hanya memiliki dimensi ibadah, tetapi juga dapat diwujudkan dalam bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dalam konteks kekeringan, kepedulian tersebut diwujudkan melalui bantuan yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat, yakni penyediaan air bersih.

“Terima kasih pada muzaki,” pungkas Sutaat.

Kekeringan Menjadi Pekerjaan Bersama

Penyaluran delapan tangki air bersih ke empat desa di Kecamatan Banjarejo sekaligus menunjukkan bahwa persoalan kekeringan membutuhkan penanganan secara berkelanjutan.

Bantuan air melalui mobil tangki menjadi langkah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam jangka pendek. Namun, kebutuhan air bersih masyarakat terdampak kekeringan dapat berlangsung selama musim kemarau masih terjadi.

Karena itu, kesinambungan bantuan menjadi penting, terutama bagi wilayah yang sumber airnya mengalami penurunan atau bahkan tidak lagi mencukupi kebutuhan warga.

BAZNAS Kabupaten Blora menyatakan kekurangan kebutuhan air bersih akan diupayakan melalui penyaluran bantuan pada waktu berikutnya.

Bagi masyarakat di Desa Wonosemi, Balong Sari, Sidomulyo, dan Mojowetan, bantuan tersebut bukan sekadar distribusi air dari satu tempat ke tempat lain. Di tengah sulitnya memperoleh air bersih, setiap tangki yang datang menjadi penopang kebutuhan dasar warga.

Musim kemarau pun kembali mengingatkan bahwa air merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Ketika sumber air mulai mengering, persoalan tersebut dengan cepat berubah menjadi persoalan sosial yang membutuhkan kepedulian dan kerja bersama.

Melalui program kemanusiaan tersebut, BAZNAS Kabupaten Blora berupaya hadir di tengah masyarakat untuk meringankan beban warga terdampak kekeringan sekaligus menyalurkan amanah zakat dari para muzaki kepada mereka yang membutuhkan.

Penulis: Lilik Yuliantoro | Editor: Permadani T.

Exit mobile version