Blora, Tuturpedia.com – Kabar dugaan penculikan seorang penjual pupuk di Desa Bleboh, Kecamatan Jiken, Kabupaten Blora, yang sempat viral di media sosial akhirnya dipastikan tidak benar. Pihak kepolisian dari Polsek Jiken menegaskan bahwa informasi yang beredar melalui akun TikTok “Bloraku Terkini” merupakan hoaks yang menyesatkan masyarakat. Kamis, (16/04/2026).
Informasi viral tersebut menyebutkan adanya dugaan penculikan oleh oknum TNI AD terhadap seorang penjual pupuk yang hingga saat itu dikabarkan belum diketahui keberadaannya, sehingga memicu kecemasan pihak keluarga. Video itu diunggah pada Senin malam (13/4/2026) sekitar pukul 23.00 WIB dan dengan cepat menyebar luas di berbagai platform media sosial.
Menanggapi hal tersebut, jajaran Polsek Jiken bergerak cepat melakukan penyelidikan. Pada Selasa (14/4/2026) pukul 11.30 WIB, Kanit Reskrim bersama anggota serta Unit Intelkam Polsek Jiken turun langsung untuk menelusuri kebenaran informasi tersebut.
Kapolsek Jiken, AKP Sulbekti, dalam laporan resminya kepada Kapolres Blora yang menyebar luas di WhatsApp, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak, termasuk dari Saudara Munajar alias Anjar yang disebut sebagai korban dalam video viral tersebut.
Berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui bahwa peristiwa yang terjadi jauh dari narasi penculikan seperti yang beredar. Pada Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 09.00 WIB, Anjar menerima telepon dari rekannya, seorang sopir truk bernama Adi yang bersama keneknya, Kipli. Mereka menginformasikan bahwa kendaraan mereka dihentikan oleh seseorang yang tidak dikenal.
Menindaklanjuti informasi tersebut, Anjar kemudian mendatangi lokasi dan ikut bersama rombongan sopir serta orang yang memberhentikan truk tersebut. Rombongan tersebut kemudian bergerak menuju arah Kota Blora.
Setibanya di Blora, Anjar memutuskan untuk turun dan menginap di wilayah tersebut. Tidak ada indikasi pemaksaan maupun tindakan kekerasan selama perjalanan. Selanjutnya, pada Selasa dini hari (14/4/2026) sekitar pukul 02.00 WIB, Anjar kembali pulang ke rumahnya di Bleboh dalam keadaan sehat dan tanpa mengalami kerugian atau kekerasan apa pun.
“Saudara Anjar telah kembali ke rumah dalam kondisi sehat dan tidak kurang suatu apa pun. Tidak benar adanya dugaan penculikan seperti yang beredar di media sosial,” tegas AKP Sulbekti dalam laporannya.
Dalam laporannya, Polsek Jiken pun memastikan bahwa video yang diunggah oleh akun TikTok tersebut adalah informasi yang tidak benar alias hoaks. Narasi yang dibangun dalam video dinilai tidak sesuai dengan fakta di lapangan dan berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Maka hal ini dapat disimpulkan bahwa pihak Polsek Jiken mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, khususnya yang belum terverifikasi kebenarannya.
Penyebaran hoaks, apalagi yang menyangkut isu sensitif seperti penculikan dan institusi negara, dapat menimbulkan kepanikan serta merugikan banyak pihak.
Saat ini, situasi di wilayah Kecamatan Jiken, khususnya Desa Bleboh, dilaporkan dalam kondisi aman dan kondusif. Kepolisian juga terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas media sosial guna mencegah penyebaran informasi serupa di kemudian hari.
Kasus ini menjadi pengingat penting bahwa di era digital, kecepatan informasi harus diimbangi dengan ketelitian dalam menyaring kebenaran. Masyarakat diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menjaga ketertiban dengan tidak turut menyebarkan kabar yang belum pasti kebenarannya.














