Indeks
News  

Empat Tuntutan Tegas HMI Blora

Blora, Tuturpedia.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Blora secara resmi mengeluarkan pernyataan sikap tertulis menyusul lonjakan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai kian mencekik perekonomian masyarakat. Melalui nota pers bertajuk “BBM NAIK, RAKYAT MENJERIT. NEGERI INI KAYA, TAPI RAKYATNYA MENDERITA,” organisasi mahasiswa ini menyoroti dampak berantai dari kebijakan ekonomi yang memberatkan rakyat kecil.

Kekecewaan ini dipicu oleh kebijakan kenaikan harga BBM nonsubsidi, salah satunya Pertamax yang melonjak tajam dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter. Menurut HMI, kenaikan tersebut berpotensi besar meruntuhkan daya beli masyarakat serta memicu lonjakan biaya hidup secara makro. Jumat, (19/06/2026).

Dampak Multi-Sektor dan Ironi Bumi Blora
Dalam rilis foto 1000900186.jpg, HMI Blora menjabarkan bahwa efek domino kenaikan harga BBM ini tidak hanya memukul sektor transportasi. Sektor-sektor vital lainnya seperti harga kebutuhan pokok, biaya produksi pertanian, hingga kelangsungan hidup UMKM turut terancam.

Mahasiswa juga menyuarakan sebuah ironi mendalam yang terjadi di Kabupaten Blora. Sebagai salah satu daerah penyumbang minyak dan gas bumi (migas) nasional yang berkontribusi nyata pada ketahanan energi negara, masyarakat Blora justru dinilai belum merasakan manfaat optimal dari hasil kekayaan alamnya sendiri dan tetap harus ikut menanggung beban ekonomi yang berat. Merujuk pada amanat Pasal 33 Ayat (3) UUD 1945, kekayaan alam seharusnya dipergunakan sebesar-besarnya demi kemakmuran rakyat.

4 Poin Tuntutan Resmi HMI Cabang Blora
Sebagai wujud komitmen moral dalam memperjuangkan keadilan sosial, HMI Cabang Blora melayangkan empat poin tuntutan utama kepada pemerintah:

  1. Turunkan Harga BBM: Mendesak Pemerintah Pusat untuk segera menurunkan harga BBM agar tidak semakin membebani hidup masyarakat.
  2. Jaminan Subsidi Tepat Sasaran: Mendesak Pemerintah Pusat memastikan bahwa distribusi BBM bersubsidi benar-benar sampai kepada pihak yang membutuhkan.
  3. Stabilitas Harga Pokok: Mendesak pemerintah untuk aktif menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok demi melindungi daya beli masyarakat.
  4. Transparansi Sektor Migas Blora: Mendesak Pemerintah Kabupaten Blora agar mengoptimalkan pendapatan dari sektor migas secara transparan dan berkeadilan demi kesejahteraan masyarakat lokal.

“Negeri ini kaya, tapi mengapa rakyatnya masih menderita?” tulis HMI Cabang Blora dalam penutup maklumat tertulisnya sebagai refleksi mendalam atas kondisi bangsa hari ini.

Melalui poin-poin tuntutan yang dirilis tersebut, para mahasiswa menegaskan akan terus mengawal kebijakan ini dan menuntut langkah nyata dari jajaran birokrasi, baik di tingkat pusat maupun di daerah.

Penulis: Lilik Yuliantoro Editor: Permadani T.
Exit mobile version