Blora, Tuturpedia.com – Duka mendalam masih menyelimuti Kabupaten Blora atas wafatnya Anggota DPRD Blora dari Partai Demokrat, Supriedi, yang meninggal dunia pada Selasa (16/6) setelah menjalani perawatan akibat sakit. Rabu, (17/06/2026).
Kepergian almarhum tidak hanya meninggalkan kesedihan bagi keluarga, namun juga bagi rekan sejawat di DPRD, jajaran Pemerintah Kabupaten Blora, serta masyarakat luas yang selama ini mengenalnya sebagai sosok sederhana dan dekat dengan rakyat.
Wakil Ketua DPRD Blora, Siswanto, turut menyampaikan rasa duka yang mendalam. Bagi Siswanto, Supriedi bukan sekadar rekan kerja, melainkan sahabat karib yang telah ia kenal selama lebih dari dua dekade.
“Saya berkawan dengan Mas Supriedi sudah 20 tahun, sejak sama-sama menjadi aktivis mahasiswa di HMI, kemudian juga berkecimpung di dunia jurnalis, karena beliau memang pernah menjadi jurnalis,” kenang Siswanto dengan nada haru.
Di mata Siswanto, almarhum adalah pribadi yang baik, religius, serta dikenal sebagai pekerja keras yang sangat tegas. Karakter kuat inilah yang membuatnya begitu disukai dan dihormati oleh rekan-rekan sejawatnya.
Dedikasi Supriedi juga terbukti nyata lewat kepercayaan masyarakat Blora yang memilihnya menjadi anggota dewan selama dua periode berturut-turut (2019-2024 dan 2024-sekarang).
Selain aktif di dunia politik, Siswanto menyebut Supriedi sebagai sosok yang ulet dan terus bermetamorfosis. Almarhum diketahui sukses melebarkan sayapnya sebagai pebisnis, salah satunya di bidang bisnis material, dengan jaringan yang sangat luas.
Pelopor Pengawal APBD Blora
Di ranah legislatif, Supriedi dikenal sangat rajin dan vokal dalam setiap agenda kedewanan, mulai dari public hearing, pembahasan rancangan peraturan daerah (ranperda), hingga di Badan Anggaran (Banggar). Siswanto secara khusus mengagumi komitmen almarhum dalam mengawal transparansi anggaran daerah.
“Beliau termasuk pelopor yang memelopori pembahasan APBD secara detail. Mas Supriedi selalu mengawal pembahasan anggaran sampai ke angka-angka detail di setiap OPD (Organisasi Perangkat Daerah). Ini menjadi salah satu warisan berharga beliau untuk Blora,” papar Siswanto.
Lebih lanjut, politisi Partai Golkar ini juga memuji kegigihan almarhum yang selalu totalitas dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya (dapil).
“Kami sangat menghormati dan salut atas dedikasi beliau selama ini. Kami mendoakan agar almarhum Mas Supriedi diterima di sisi Allah SWT, diampuni segala khilafnya, dan mendapatkan tempat terbaik berupa surga di sisi-Nya. Amin,” pungkas Siswanto.
Sementara itu, suasana haru tampak menyelimuti rumah duka di Dukuh Pesantren, Desa Sembongin, Kecamatan Banjarejo. Sejak kabar wafatnya tersebar, para pelayat datang silih berganti untuk memberikan penghormatan terakhir dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga.
Sejumlah anggota DPRD Blora, pejabat pemerintah daerah, hingga tokoh masyarakat turut hadir melayat. Bahkan Bupati Blora juga datang secara langsung sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi almarhum selama menjadi wakil rakyat.
Di mata masyarakat, Supriedi adalah sosok yang ramah, bersahaja, dan selalu hadir untuk memperjuangkan aspirasi warga. Kehadirannya selama ini memberikan dampak nyata bagi banyak orang.
“Innalillahi wainna ilaihi raji’un. Beliau orang baik, dekat dengan warga. Kami sangat kehilangan,” ujar salah satu pelayat.
Semasa hidupnya, Supriedi dikenal sebagai kader Partai Demokrat yang memiliki komitmen kuat dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat Blora.
Pengabdian dan dedikasinya menjadi warisan berharga yang akan terus dikenang.
Kepergian Supriedi menjadi kehilangan besar bagi Kabupaten Blora.
Sosoknya yang sederhana, peduli, dan penuh perjuangan akan selalu hidup dalam ingatan masyarakat. Selamat jalan, Supriedi. Jasa dan pengabdianmu akan tetap abadi di hati rakyat.
