Dari Kritik ke Paus hingga Kontroversi Religius: Trump Tarik Gambar AI ‘Mirip Yesus’ Usai Dihujat

TUTURPEDIA - Dari Kritik ke Paus hingga Kontroversi Religius: Trump Tarik Gambar AI ‘Mirip Yesus’ Usai Dihujat
banner 120x600

Tuturpedia.com – Gelombang kontroversi menyelimuti Donald Trump setelah ia mengunggah ilustrasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan dirinya menyerupai sosok Yesus Kristus. Unggahan itu sempat beredar luas sebelum akhirnya dihapus, menyusul kritik tajam dari berbagai kalangan.

Peristiwa ini terjadi pada pertengahan April 2026. Trump diketahui membagikan gambar tersebut pada Minggu, 12 April 2026 waktu setempat melalui platform Truth Social. Namun hanya berselang sehari, tepatnya Senin, 13 April 2026, unggahan tersebut ditarik setelah memicu polemik berkepanjangan.

Dalam gambar itu, Trump digambarkan mengenakan jubah putih dengan selempang merah, dikelilingi cahaya, serta memperlihatkan gestur tangan yang seolah menyembuhkan seseorang, visual yang identik dengan representasi Yesus dalam tradisi Kristiani.

TUTURPEDIA - Dari Kritik ke Paus hingga Kontroversi Religius: Trump Tarik Gambar AI ‘Mirip Yesus’ Usai Dihujat

Kritik pun bermunculan. Tak hanya dari publik umum, sejumlah tokoh konservatif dan pemuka agama turut mengecam keras unggahan tersebut. Mereka menilai visual itu melampaui batas etika dan menyentuh ranah sakral keagamaan, bahkan dianggap sebagai bentuk penistaan.

Menanggapi polemik tersebut, Trump memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa gambar itu bukan dimaksudkan untuk menggambarkan dirinya sebagai figur religius. Menurutnya, sosok dalam ilustrasi tersebut adalah dirinya sebagai “dokter” yang sedang membantu atau menyembuhkan orang lain. Ia juga menyebut bahwa interpretasi publik sebagai figur Yesus merupakan kesalahpahaman.

Trump kemudian menyatakan bahwa penghapusan unggahan dilakukan karena ia tidak ingin menambah kebingungan di tengah masyarakat yang sudah terpolarisasi.

Namun, kontroversi ini tidak berdiri sendiri. Unggahan tersebut muncul di tengah memanasnya hubungan Trump dengan Paus Leo XIV. Sebelumnya, Trump secara terbuka melontarkan kritik keras terhadap Paus, terutama terkait sikap Vatikan yang mengecam kebijakan militer Amerika Serikat dan sekutunya terhadap Iran.

Dalam pernyataannya, Trump bahkan mengaku bukan penggemar Paus Leo dan menilai pemimpin Gereja Katolik itu lemah dalam menghadapi isu global. Ia juga mengkritik pandangan Paus terkait senjata nuklir dan kebijakan luar negeri Amerika Serikat.

Tak lama setelah rangkaian kritik tersebut, unggahan gambar AI kontroversial itu muncul, memicu spekulasi bahwa tindakan Trump merupakan bagian dari respons simbolik terhadap kritik moral dan religius yang diarahkan kepadanya.

Kejadian ini kembali menyoroti bahwa sensitivitas penggunaan simbol keagamaan dalam ruang publik, serta potensi konflik yang muncul ketika teknologi AI digunakan tanpa pertimbangan etika yang matang. Di tengah era digital yang semakin bebas, batas antara ekspresi personal, provokasi politik, dan penghormatan terhadap nilai-nilai sakral menjadi semakin tipis dan mudah terlampaui.***

tuturpedia.com - 2026