Bupati Arief Rohman Tetapkan Pengurus Dewan Kebudayaan Blora 2026–2028, Dalhar Muhammadun Jadi Ketua

TUTURPEDIA - Bupati Arief Rohman Tetapkan Pengurus Dewan Kebudayaan Blora 2026–2028, Dalhar Muhammadun Jadi Ketua
banner 120x600

Blora, Tuturpedia.com – Pemerintah Kabupaten Blora resmi menetapkan susunan kepengurusan Dewan Kebudayaan Blora (DKB) masa bakti 2026–2028. Di bawah kepemimpinan Dalhar Muhammadun, lembaga ini diharapkan mampu memperkuat pelestarian budaya, mengembangkan potensi seni dan tradisi, serta menjaga identitas budaya Kabupaten Blora di tengah perkembangan zaman.

Penetapan kepengurusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Blora Nomor 400.6/383/2026 yang ditandatangani Bupati Arief Rohman pada 5 Oktober 2026.

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora, Widyarini Setyaningrum, mengonfirmasi bahwa SK kepengurusan DKB telah diserahkan secara resmi kepada pihak terkait.

“Kami sudah serahkan SK kepengurusan DKB. Terima kasih kami sampaikan karena para pengurus sudah bersedia mengemban amanah ini. Semoga dapat guyub rukun dan kebudayaan Blora semakin ngrembaka,” ujar Widyarini di Blora, Senin (26/10/2026).

Dalhar Muhammadun Pimpin DKB Blora

Dalam susunan kepengurusan periode 2026–2028, Dalhar Muhammadun dipercaya sebagai ketua, didampingi Edi Purwanto, ST, sebagai wakil ketua. Sementara itu, posisi sekretaris diamanahkan kepada Imam Ali Bashori dan bendahara kepada Aning Pangestu.

Kepengurusan DKB juga dilengkapi sejumlah komite yang menangani bidang pemajuan kebudayaan secara khusus. Pembagian bidang ini diharapkan dapat mendorong kerja yang lebih terarah, mulai dari pengkajian dan pengembangan budaya hingga pelestarian sejarah serta cagar budaya.

Berikut susunan lengkap Dewan Kebudayaan Blora masa bakti 2026–2028:

  1. Ketua: Dalhar Muhammadun
  2. Wakil Ketua: Edi Purwanto, ST
  3. Sekretaris: Imam Ali Bashori
  4. Bendahara: Aning Pangestu
  5. Komite Humas dan Publikasi: Teguh Rudianto
  6. Komite Pengkajian dan Pengembangan: Kristian Anjar Herviyanto, ST., MT.
  7. Komite Bahasa, Tradisi Lisan dan Manuskrip: Trimo, S.Pd., M.Pd.
  8. Komite Adat Istiadat dan Ritus: Totok Supriyanto
  9. Komite Permainan dan Olahraga Tradisional: Nanang Fahrurozi
  10. Komite Pengetahuan dan Teknologi Tradisional: Meiriko Nazamudin Usmarsaputro
  11. Komite Seni: Adi Wibowo
  12. Komite Sejarah dan Cagar Budaya: Sri Wahyu Dini Astari, S.Pd., M.Pd.

Dalhar Minta Dukungan Semua Pihak

Ketua DKB Blora, Dalhar Muhammadun, menyatakan kesiapannya mengemban amanah untuk mendukung kemajuan ekosistem kebudayaan di Kabupaten Blora. Ia menilai dukungan, arahan, dan kerja sama dari berbagai elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam menjalankan tugas tersebut.

“Kami siap mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya. Kami memohon doa, arahan, serta dukungan dari semua pihak agar kerja-kerja pemajuan kebudayaan di Blora dapat berjalan optimal dan berdampak luas,” kata Dalhar.

Dengan kepengurusan baru ini, DKB diharapkan dapat mengambil peran dalam merumuskan gagasan dan program strategis untuk menghidupkan kekayaan budaya Blora. Mulai dari seni tradisional, bahasa, tradisi lisan, adat istiadat, permainan rakyat, hingga sejarah dan cagar budaya, seluruhnya merupakan warisan yang perlu dijaga keberlangsungannya.

Budaya Bukan Sekadar Warisan, tetapi Identitas dan Masa Depan

Tantangan pemajuan kebudayaan tidak berhenti pada penyelenggaraan kegiatan seni atau seremoni pelestarian tradisi. Dibutuhkan langkah berkelanjutan agar kebudayaan tetap hidup di tengah masyarakat, dikenal generasi muda, serta memberikan ruang bagi para seniman, budayawan, komunitas, dan pelaku budaya untuk terus berkarya.

Karena itu, keberadaan DKB diharapkan mampu menjadi ruang kolaborasi yang terbuka, sekaligus menjembatani gagasan masyarakat dengan program pemajuan kebudayaan daerah.

Pesan moralnya, kebudayaan tidak cukup hanya dibanggakan, tetapi harus dirawat, dipelajari, dan diwariskan. Pemerintah, Dewan Kebudayaan, komunitas seni, lembaga pendidikan, dan masyarakat perlu berjalan bersama agar kekayaan budaya Blora tidak sekadar menjadi cerita masa lalu, melainkan tetap hidup dan berkembang di masa depan.

Dengan semangat guyub rukun, kepengurusan DKB Blora 2026–2028 diharapkan mampu menjadikan kebudayaan sebagai bagian penting dari pembangunan daerah sekaligus memperkuat jati diri masyarakat Bumi Blora.

Penulis: Lilik Yuliantoro | Editor: Permadani T.

tuturpedia.com - 2026