News  

Kekeringan Melanda Blora! DPRD Dorong Bendungan Randugunting Jadi Solusi Permanen

TUTURPEDIA - Kekeringan Melanda Blora! DPRD Dorong Bendungan Randugunting Jadi Solusi Permanen
banner 120x600

Blora, Tuturpedia.com – Krisis air bersih akibat kekeringan yang melanda sejumlah wilayah Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mendapat perhatian DPRD Blora. Tak hanya menyalurkan bantuan air bersih kepada warga terdampak, lembaga legislatif tersebut juga menyiapkan sedikitnya 50 tangki air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat. Senin, (26/10/2026).

Ketua DPRD Blora, Mustopa, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan respons atas keluhan warga yang kesulitan memperoleh air bersih selama musim kemarau. Distribusi akan dilakukan ke sejumlah desa terdampak dan berpotensi ditambah apabila kekeringan terus berlanjut.

“Hari ini DPRD Blora menyalurkan bantuan air bersih ke sejumlah desa. Dalam waktu dekat kami menyiapkan sekitar 50 tangki bantuan air bersih. Jika hujan belum juga turun, bantuan akan kami tambah lagi,” ujar Mustopa.

Menurutnya, ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan paling mendesak bagi masyarakat yang terdampak kekeringan. Kondisi tersebut menuntut adanya langkah cepat agar warga tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari memasak, minum, hingga keperluan rumah tangga lainnya.

Mustopa menyebut DPRD Blora turut mengambil bagian dalam penanganan kekeringan setelah sebelumnya sejumlah badan usaha milik daerah (BUMD) dan pihak lainnya juga menyalurkan bantuan kepada masyarakat.

“Masyarakat Blora banyak mengeluhkan kekeringan air. Untuk itu kami merespons dengan baik. Sebelumnya sudah ada bantuan dari BUMD dan pihak lainnya, dan kini DPRD juga ikut menyalurkan bantuan air bersih untuk masyarakat,” katanya.

Bantuan Darurat Harus Diikuti Solusi Jangka Panjang

Di tengah upaya memenuhi kebutuhan air bersih secara darurat, Mustopa menilai dukungan pemerintah pusat berupa penyediaan sumber air, termasuk pembangunan sumur di sejumlah wilayah, perlu dimanfaatkan secara optimal.

Menurutnya, berbagai program tersebut harus diarahkan agar benar-benar membantu masyarakat yang setiap tahun menghadapi kesulitan air ketika musim kemarau tiba.

“Ini harus kita manfaatkan sebaik mungkin supaya dapat membantu warga yang mengalami kekeringan dan kesulitan mendapatkan air bersih,” tegasnya.

Namun, persoalan kekeringan di Blora tidak cukup diselesaikan hanya dengan mendistribusikan air menggunakan tangki. Bantuan tersebut memang dibutuhkan untuk menjawab kondisi darurat, tetapi keberlanjutan pasokan air tetap menjadi pekerjaan penting yang memerlukan perencanaan matang.

Karena itu, DPRD Blora turut mendorong optimalisasi pemanfaatan Waduk Randugunting sebagai salah satu alternatif solusi jangka panjang untuk memperkuat pasokan air bersih melalui PDAM Tirta Amerta.

Mustopa menegaskan, pemanfaatan waduk tersebut masih membutuhkan koordinasi lebih lanjut, terutama menyangkut mekanisme dan aspek teknis pelaksanaannya.

Jangan Biarkan Warga Terus Bergantung pada Tangki Air

Dorongan memanfaatkan Waduk Randugunting membuka harapan agar penanganan kekeringan di Blora tidak berhenti pada pola bantuan tahunan. Ketersediaan sumber air yang dapat dikelola secara berkelanjutan menjadi salah satu kebutuhan penting, terutama bagi desa-desa yang berulang kali menghadapi krisis air saat kemarau.

Pemerintah daerah bersama pihak terkait perlu memastikan kajian teknis, infrastruktur penyaluran, kapasitas pengolahan, serta pembagian kewenangan dapat dibahas secara konkret. Dengan demikian, potensi sumber air yang tersedia dapat ditelaah untuk mendukung kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

Bagi warga terdampak, 50 tangki air bersih tentu menjadi bantuan yang berarti. Namun, harapan jangka panjangnya lebih besar: air bersih tersedia ketika dibutuhkan, tanpa harus menunggu kiriman bantuan setiap kali musim kemarau datang.

Penanganan kekeringan di Blora pun membutuhkan dua langkah yang berjalan beriringan, yakni distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan mendesak dan pembangunan sistem penyediaan air yang mampu mengurangi kerentanan masyarakat pada musim kemarau berikutnya.

Penulis: Lilik Yuliantoro | Editor: Permadani T.

tuturpedia.com - 2026