Bukan Cuma Jenang Kudus, Pasar Kaget Haul Sunan Pojok Diserbu Warga Berburu Aksesoris hingga Mainan Jadul!

TUTURPEDIA - Bukan Cuma Jenang Kudus, Pasar Kaget Haul Sunan Pojok Diserbu Warga Berburu Aksesoris hingga Mainan Jadul!
banner 120x600

Blora, Tuturpedia.com – Peringatan Haul Sunan Pojok di Kabupaten Blora kembali menghadirkan suasana religius yang berpadu dengan geliat ekonomi rakyat. Ribuan peziarah dari berbagai daerah tak hanya datang untuk berdoa dan berziarah, tetapi juga menikmati ramainya pasar kaget yang menjamur di sekitar area makam. Sabtu, (11/07/2026).

Sejak pagi hingga malam hari, kawasan sekitar lokasi haul dipadati pengunjung. Tidak hanya dipenuhi lantunan doa dan kegiatan keagamaan, suasana di luar area makam justru tampak semarak dengan deretan lapak pedagang yang menjajakan beragam barang, mulai dari kuliner hingga aneka kebutuhan hiburan keluarga.

Bagi para peziarah, kehadiran pasar kaget ini menjadi daya tarik tersendiri. Selain berburu Jenang Kudus sebagai oleh-oleh khas yang sudah melegenda, pengunjung juga tampak antusias berburu aksesoris dan perhiasan imitasi. Kalung, gelang, cincin, hingga bros cantik dipajang berjejer rapi di bawah lampu-lampu sederhana yang menciptakan suasana hangat khas pasar malam.

Siti Aminah, peziarah asal Rembang, mengaku senang dengan suasana yang ditawarkan. “Selain ziarah, kami juga bisa sekalian belanja. Harganya terjangkau, banyak pilihan, jadi bisa bawa oleh-oleh buat keluarga di rumah,” ujarnya.

TUTURPEDIA - Bukan Cuma Jenang Kudus, Pasar Kaget Haul Sunan Pojok Diserbu Warga Berburu Aksesoris hingga Mainan Jadul!
Dok. Lilik Yuliantoro

Hal serupa disampaikan oleh Mardiah, peziarah dari Jepara. Ia menilai pasar kaget ini menjadi pelengkap pengalaman spiritual. “Datang ke haul itu rasanya lengkap. Habis doa, bisa jalan-jalan, beli oleh-oleh, anak-anak juga senang karena ada mainan,” katanya.

Tak hanya orang dewasa, anak-anak pun menemukan kebahagiaan mereka di tengah pasar dadakan tersebut. Berbagai mainan jadul hingga modern dijajakan para pedagang. Mainan kapal otok-otok dari kaleng yang klasik, balon karakter warna-warni, hingga mobil-mobilan plastik menjadi incaran. Beberapa orang tua bahkan tampak sengaja membelikan mainan sebagai hadiah setelah anak-anak mereka diajak berziarah.

Bagi sebagian pengunjung, keberadaan mainan tradisional justru menghadirkan nuansa nostalgia. “Dulu waktu kecil saya juga main otok-otok, sekarang anak saya bisa lihat langsung. Jadi seperti kembali ke masa lalu,” ujar Budi, pengunjung asal Blora kota.

Para pedagang musiman pun merasakan berkah dari perayaan haul ini. Omzet mereka meningkat signifikan dibanding hari biasa. Banyak di antara mereka yang datang dari luar daerah dan sengaja memanfaatkan momentum tahunan ini untuk berdagang.

“Kalau haul seperti ini, pembeli ramai sekali. Bisa sampai malam, bahkan kadang habis sebelum acara selesai,” kata salah satu pedagang aksesoris.

Seiring bertambahnya jumlah peziarah yang datang hingga malam hari, aktivitas jual beli di pasar kaget diperkirakan terus meningkat. Lampu-lampu lapak yang berjejer menciptakan pemandangan khas yang memperkuat nuansa pesta rakyat di tengah kegiatan religius.

Perpaduan antara kekhusyukan ibadah dan semaraknya aktivitas ekonomi inilah yang menjadikan Haul Sunan Pojok bukan sekadar acara keagamaan, tetapi juga momentum sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Para peziarah pulang tidak hanya membawa ketenangan batin, tetapi juga buah tangan serta kenangan hangat bersama keluarga.

Dengan segala dinamika yang ada, Haul Sunan Pojok Blora terus menunjukkan perannya sebagai tradisi yang hidup—menguatkan nilai spiritual sekaligus menggerakkan roda ekonomi rakyat kecil.

Penulis: Lilik Yuliantoro Editor: Permadani T.
tuturpedia.com - 2026