Indeks
News  

Aksi Tumpahkan Tebu! Tagih Janji Bulog di Depan PG GMM

Blora, Tuturpedia.com – Gelombang protes dari petani tebu di Kabupaten Blora kembali memuncak. Ribuan petani bersama elemen masyarakat dan mahasiswa dijadwalkan menggelar aksi bertajuk “Tumpah Tebu” di depan Pabrik Gula GMM Todanan, Senin (1/6/2026) mulai pukul 08.00 WIB.

Aksi ini menjadi bentuk kekecewaan sekaligus tuntutan terbuka kepada pemerintah, khususnya Direktur Utama Bulog, terkait nasib petani tebu yang kian terpuruk di tengah krisis industri gula.

Koordinator aksi, Exy Wijaya, menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar unjuk rasa biasa, melainkan simbol perlawanan rakyat desa terhadap ketidakpastian yang terus menghantui sektor tebu di Blora.

“Ini adalah jeritan petani. Tebu bukan sekadar tanaman, tapi sumber hidup masyarakat desa. Ketika industri gula lumpuh, maka lumpuh pula ekonomi rakyat,” tegasnya.

Aksi “Tumpah Tebu” akan diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari mimbar bebas, orasi kerakyatan, teatrikal rakyat, hingga aksi simbolik menumpahkan tebu secara massal di lokasi.

Menurut panitia, kondisi semakin memprihatinkan sejak operasional PG GMM terhenti. Dampaknya tidak hanya dirasakan petani, tetapi juga meluas ke buruh tebang, sopir angkutan, pekerja bongkar muat, hingga pelaku usaha kecil di sekitar wilayah pabrik.

“Puluhan ribu warga terdampak. Ini bukan lagi soal petani saja, tapi soal keberlangsungan ekonomi desa,” ujar Hairul Anwar selaku Humas aksi.

Dalam aksi tersebut, massa akan menyuarakan sejumlah tuntutan penting, di antaranya mendesak keberpihakan negara terhadap petani tebu, transparansi terkait persoalan utang PG GMM, serta meminta DPR RI Komisi IV dan Komisi VI turun langsung ke Blora.

Selain itu, mereka juga menuntut adanya perlindungan harga dan kepastian pembayaran hasil panen, serta menolak kebijakan yang dinilai merugikan rakyat kecil.

Para peserta aksi berharap kehadiran media dapat membantu mengangkat persoalan ini ke tingkat nasional, agar nasib petani tebu Blora tidak terus terabaikan.

“Aksi ini adalah peringatan keras. Jika suara petani terus diabaikan, maka gejolak sosial bisa semakin besar,” pungkas Exy.

Aksi ini diprediksi menjadi salah satu gerakan massa terbesar di sektor pertanian Blora dalam beberapa waktu terakhir.

Penulis: Lilik Yuliantoro Editor: Permadani T.
Exit mobile version