News  

Akses Jembatan Penangkaran Rusa Tlogotuwung Memprihatinkan, Pemkab Blora Didesak Segera Turun Tangan demi Wisata dan Ekonomi Warga

TUTURPEDIA - Akses Jembatan Penangkaran Rusa Tlogotuwung Memprihatinkan, Pemkab Blora Didesak Segera Turun Tangan demi Wisata dan Ekonomi Warga
banner 120x600

Blora, Tuturpedia.com – Keberadaan destinasi wisata yang potensial di daerah sering kali terhambat oleh masalah klasik yakni infrastruktur yang kurang mendukung. Kondisi inilah yang kini membayangi Kawasan Penangkaran Rusa Tlogotuwung, sebuah permata tersembunyi di tengah hutan jati Kabupaten Blora yang membutuhkan perhatian serius dari para pemangku kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora.

Kawasan Penangkaran Rusa Tlogotuwung yang terletak di Petak 32 Hutan Wengkon, Desa Tlogotuwung, Kecamatan Randublatung, sebenarnya memegang peran strategis.

Selain menjadi oase wisata edukasi bagi keluarga, jalur ini merupakan urat nadi utama bagi mobilitas ekonomi masyarakat pinggiran hutan. Namun, pantauan di lapangan pada Jumat (22/05/2026) menunjukkan sebuah potret kontras yang memperhatinkan.

Infrastruktur Jembatan dan Jalan yang Menantang Bahaya

Untuk mencapai lokasi penangkaran, warga dan wisatawan harus melewati akses jalan yang kondisinya jauh dari kata ideal. Di beberapa titik wilayah Tlogotuwung, jalan cor yang mulai aus bersanding langsung dengan jalur makadam (batu) yang tidak rata.

Lebih memperhatinkan lagi adalah kondisi jembatan penghubung di area tersebut. Lebar jembatan yang sangat terbatas—hanya pas-pasan untuk dilewati satu kendaraan roda empat seperti truk pengangkut hasil bumi—membuat akses ini rawan kecelakaan.

Tanpa adanya pembatas pengaman yang memadai di sisi kiri dan kanan, serta kondisi tanah tepi jembatan yang mulai terkikis dan berlumpur saat diguyur hujan, struktur ini sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan para pengguna jalan.

Padahal, jalur ini setiap harinya tidak pernah sepi. Mulai dari truk pengangkut komoditas pertanian, motor pedagang keliling, hingga kendaraan roda empat para wisatawan harus ekstra hati-hati saat melintasi jembatan sempit tersebut.

Jeritan Wisatawan dan Harapan untuk Akses Ekonomi

Potensi besar Tlogotuwung sebagai destinasi edukasi diakui oleh Yunia, seorang wisatawan asal Blora Kota yang sengaja datang bersama buah hatinya. Menurutnya, tempat ini sangat luar biasa untuk mengenalkan satwa rusa sejak dini kepada anak-anak di tengah lingkungan hutan jati yang masih sangat asri.

Namun, kegembiraan menikmati
alam seketika terusik oleh kecemasan sepanjang perjalanan akibat infrastruktur yang rusak. Yunia secara terbuka menyampaikan harapannya agar Pemerintah Kabupaten Blora tidak menutup mata terhadap kondisi ini.

“Mengenalkan alam dan satwa kepada anak tidak harus jauh-jauh pergi ke kebun binatang di kota besar. Di sini tempatnya sudah sangat ramah keluarga. Namun, kami berharap dalam waktu dekat pemerintah segera menuntaskan perbaikan jalan dan jembatan yang masih rusak ini,” ujar Yunia saat ditemui di lokasi, Jumat (22/05/2026).

Yunia menambahkan, urgensi perbaikan ini bukan semata-mata demi kenyamanan pelancong seperti dirinya, melainkan demi hajat hidup masyarakat lokal.

“Kalau jalannya bagus dan jembatannya aman, otomatis akses ekonomi warga setempat akan jauh lebih lancar. Hasil bumi bisa keluar dengan cepat, dan wisatawan yang datang pun akan semakin ramai,” imbuhnya.

Desakan untuk Pemkab Blora dan Dinas Terkait

Kondisi jembatan dan jalan di Tlogotuwung ini menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) serta Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora.

Pembangunan infrastruktur yang terintegrasi antara sektor pariwisata dan ekonomi pedesaan dinilai mendesak untuk segera direalisasikan.

Warga setempat berharap, perencanaan anggaran daerah dalam waktu dekat dapat memprioritaskan pelebaran serta penguatan struktur jembatan Tlogotuwung, serta pengaspalan atau pengecoran sisa jalan yang rusak.

Jika Pemkab Blora cekatan dalam merespons jeritan infrastruktur ini, Kawasan Penangkaran Rusa Tlogotuwung tidak hanya akan menjadi kebanggaan wisata baru di Randublatung, tetapi juga menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi yang merdeka dari hambatan akses transportasi.

Penulis: Lilik Yuliantoro Editor: Permadani T.
tuturpedia.com - 2026