Jakarta, Tuturpedia.com — Aghniny Haque mencatat babak baru dalam perjalanan kariernya sebagai aktris melalui film horor internasional Khadam. Dalam film produksi kolaborasi Indonesia dan Malaysia tersebut, Aghniny dipercaya memerankan Melor, seorang ibu yang tidak dapat berbicara dan harus menghadapi teror gaib demi melindungi anak-anaknya.
Peran tersebut menjadi pengalaman yang tidak biasa bagi Aghniny. Selain menjadi proyek internasional pertamanya, karakter Melor juga menuntut kemampuan akting yang berbeda karena sebagian besar emosi harus disampaikan tanpa dialog lisan.
Khadam merupakan film kolaborasi lintas negara yang diproduksi Red Communications dan Komet Productions dari Malaysia bersama rumah produksi Indonesia, MAGMA Entertainment dan VMS Studios. Kolaborasi tersebut mempertemukan talenta dari dua negara serumpun dalam sebuah produksi horor yang membawa Aghniny ke pengalaman baru di industri perfilman regional.
Aghniny mengaku sempat merasa gugup ketika pertama kali menjalani proyek tersebut. Pasalnya, Khadam menjadi pengalaman internasional pertamanya. Namun, rasa gugup itu perlahan mencair setelah ia merasakan sambutan hangat dari seluruh pemain dan kru.
“Aku benar-benar bersyukur bisa dapat pengalaman ini. Awalnya emang gugup karena ini project internasional pertamaku, tapi ternyata semua cast dan crew sangat menerima dengan hangat,” ungkap Aghniny.
Perankan Karakter Tanpa Dialog
Tantangan terbesar Aghniny justru datang dari karakter yang diperankannya. Melor merupakan seorang ibu yang tidak dapat berbicara. Kondisi tersebut membuat Aghniny harus mengandalkan ekspresi wajah, bahasa tubuh, serta bahasa isyarat untuk menyampaikan emosi karakter.
Dalam cerita Khadam, Melor harus menghadapi ketakutan, duka, sekaligus tekad untuk melindungi anak-anaknya dari ancaman teror gaib.
Situasi itu membuat peran Melor membutuhkan pendekatan akting yang berbeda. Jika pada karakter dengan dialog seorang aktor dapat mengandalkan percakapan untuk menjelaskan perasaan, Aghniny justru harus membuat penonton memahami kondisi Melor melalui gerakan dan ekspresi.
Tantangan tersebut semakin kompleks karena film Khadam mengambil latar era 1950-an. Aghniny tidak hanya dituntut memahami karakter dan situasi cerita, tetapi juga harus mempelajari bentuk bahasa isyarat arkais yang tidak umum digunakan saat ini.
Ia mempelajari bahasa isyarat tersebut sejak dari titik awal untuk mendukung penampilannya sebagai Melor.
“Aku bisa bilang ini salah satu peran paling menantang bagiku. Nggak hanya harus melakukan syuting di lingkungan baru, tapi gimana aku harus menunjukkan emosi tanpa kata-kata dan hanya menggunakan bahasa isyarat yang aku harus pelajari dari awal,” tegasnya.
Horor dengan Beban Psikologis
Tantangan karakter Melor juga tergambar melalui materi visual resmi film. Official poster Khadam memperlihatkan akar yang tumbuh mengelilingi kepala Melor, sementara keluarga dan rumahnya terlihat di dalamnya.
Visual tersebut menggambarkan beban psikologis yang dihadapi Melor sepanjang cerita. Sebagai seorang ibu, ia berada dalam situasi yang menempatkannya di tengah ancaman teror sekaligus dorongan kuat untuk melindungi anak-anaknya.
Selain Aghniny Haque, Khadam juga menghadirkan sejumlah aktor ternama Malaysia. Mereka antara lain Remy Ishak, Siti Khadijah Halim, Zarra Zaff, Karl El, serta aktris senior June Lojong.
Kehadiran para pemain dari Indonesia dan Malaysia menjadi bagian dari kolaborasi regional yang dibangun melalui film tersebut.
Di balik produksinya, Red Communications dikenal sebagai rumah produksi Malaysia yang telah berdiri sejak 1999 dan memiliki pengalaman dalam film, televisi, serta konten digital. Sementara itu, Komet Productions berada di bawah kepemimpinan profesional konten dan media Asia Tenggara Ahmad Izham Omar.
Dari Indonesia, MAGMA Entertainment merupakan kelanjutan dari Garuda Film, sedangkan VMS Studios merupakan rumah produksi berbasis di Jakarta yang berdiri pada 2022. Kolaborasi keempat perusahaan tersebut memperkuat posisi Khadam sebagai produksi lintas negara.
Bagi Aghniny, pengalaman tersebut bukan sekadar kesempatan tampil dalam film horor. Proyek ini juga menjadi ruang untuk menguji kemampuan aktingnya melalui karakter yang memiliki keterbatasan dalam berkomunikasi secara verbal.
Penampilan Aghniny sebagai Melor dapat disaksikan penonton Indonesia mulai 16 September 2026 di bioskop-bioskop seluruh Indonesia. Informasi terbaru dan cuplikan resmi film tersedia melalui akun media sosial @khadamthemovie dan @cbipictures.
Kontributor: Sarah Limbeng
Editor: Permadani T.
