Solo, Tuturpedia.com – Polemik yang berkembang menjelang gelaran acara pada 8 November 2026 di Solo akhirnya berujung pada keputusan pengunduran diri Ndarboy Geng. Melalui pernyataan resmi, manajemen MABES BalKer menegaskan tidak akan mengambil bagian dalam acara tersebut. Senin, (02/11/2026).
Pernyataan resmi itu disampaikan melalui unggahan media sosial Ndarboy Geng. Dalam pernyataannya, MABES BalKer selaku manajemen yang menaungi Ndarboy Geng menyatakan bahwa keputusan mundur diambil sebagai bentuk kepedulian terhadap berbagai persoalan dan dinamika yang berkembang belakangan ini.
“Kami, Mabes Balker selaku manajemen yang menaungi Ndarboy Geng, secara resmi menyatakan pengunduran diri dan tidak akan mengambil bagian dalam acara yang dijadwalkan pada tanggal 8 November 2026 di Solo,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Manajemen juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memberikan masukan, kritik, maupun aspirasi melalui media sosial. Seluruh tanggapan tersebut disebut sebagai bentuk kepedulian yang diterima dengan lapang dada.
Menariknya, dalam klarifikasi tersebut, MABES BalKer mengungkapkan bahwa kesepakatan kerja sama untuk acara itu sebenarnya telah berlangsung sejak lama.
Namun, saat proses kesepakatan dilakukan, pihak manajemen mengaku sama sekali tidak mengetahui susunan penampil maupun pengisi acara lainnya.
“Kami sama sekali tidak mengetahui susunan penampil maupun pengisi acara lainnya,” tulis manajemen dalam pernyataan resminya.
Pihaknya juga menyebut penyelenggara acara turut terdampak oleh dinamika situasi yang berkembang. Padahal, menurut mereka, kegiatan tersebut pada dasarnya merupakan sebuah agenda positif.
Meski demikian, keputusan untuk mundur tetap diambil. Manajemen menegaskan langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian dan sikap terhadap persoalan yang sedang menjadi perhatian publik.
Mereka juga menyampaikan permohonan maaf apabila keputusan tersebut menimbulkan kekecewaan bagi sejumlah pihak.
“Ini adalah bentuk kepedulian dan sikap kami atas isu yang beredar. Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila keputusan dan situasi yang kami pilih membuat banyak kekecewaan,” lanjut pernyataan itu.
Di akhir pernyataan, MABES BalKer berharap dapat kembali bertemu dalam kesempatan lain, khususnya pada momentum Hari Baik Kopdar Loro Ati.
Mereka juga menyampaikan dukungan terhadap kemajuan industri hiburan Indonesia.
Keputusan mundurnya Ndarboy Geng menjadi perkembangan tersendiri menjelang acara 8 November 2026 di Solo. Publik kini menanti bagaimana langkah penyelenggara menyikapi situasi tersebut serta memastikan acara tetap berjalan sesuai rencana.
Satu hal yang menjadi pesan dari peristiwa ini: dalam sebuah kerja sama, transparansi informasi dan komunikasi sejak awal menjadi hal penting agar tidak muncul kesalahpahaman yang berujung pada kekecewaan berbagai pihak.
Penulis: Lilik Yuliantoro | Editor: Permadani T.














