AKBP Netty Mundur dari Polri! Seragam Bisa Dilepas, Hati Nurani Jangan Sampai Ikut Dilucuti!

TUTURPEDIA - AKBP Netty Mundur dari Polri! Seragam Bisa Dilepas, Hati Nurani Jangan Sampai Ikut Dilucuti!
banner 120x600

Jakarta, Tuturpedia.com – Kabar pengunduran diri salah satu polisi wanita (Polwan) berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP), Dr. Netty Rosdiana Siagian, dari institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) menjadi perhatian. Keputusan tersebut menyita perhatian setelah Netty menyampaikan pesan menyentuh tentang prinsip, harga diri, dan hati nurani melalui media sosial. Minggu, (01/11/2026).

Netty diketahui memiliki pangkat perwira menengah dengan jabatan terakhir sebagai Kepala Bagian Perencanaan dan Administrasi (Kabagrenmin) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya.

Dalam pernyataan yang disampaikannya, Netty mengakui bahwa meninggalkan institusi yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan hidup dan pengabdiannya bukanlah keputusan mudah.

Namun, ia mengisyaratkan bahwa ada pertimbangan prinsip dan hati nurani yang mendasari keputusannya tersebut.

“Tidak mudah meninggalkan institusi yang pernah menjadi bagian dari hidup dan pengabdian. Namun, lebih menyakitkan jika harus bertahan dalam tatanan yang tak lagi sejalan dengan hati nurani,” tulis Netty.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa keputusan mundur bukan sekadar persoalan meninggalkan jabatan atau seragam kepolisian. Ada nilai dan prinsip pribadi yang menurutnya harus tetap dijaga.

Ia juga menegaskan bahwa keberaniannya bukan diukur dari kemampuan mempertahankan jabatan, melainkan dari kesediaan mengambil keputusan yang diyakini benar.

“Saya tidak pergi karena kehilangan keberanian, tetapi karena saya tidak ingin kehilangan prinsip. Saya tidak takut melepaskan jabatan, tetapi saya takut mengkhianati kebenaran yang saya yakini,” tambahnya.

Netty kemudian menyampaikan pesan kuat mengenai arti harga diri dan integritas. Baginya, seragam dapat dilepas dan jabatan bisa ditinggalkan, tetapi hati nurani tidak seharusnya dikorbankan.

“Saya memilih mundur dengan luka, daripada bertahan dengan mengorbankan prinsip,” tulisnya.

Pernyataan tersebut menjadi pesan reflektif tentang makna pengabdian. Bahwa loyalitas terhadap sebuah institusi semestinya tidak menghapus ruang bagi seseorang untuk tetap mempertahankan nilai kebenaran dan integritas.

Sebab, menurut Netty, pengabdian sejati bukan hanya tentang di mana seseorang berdiri, melainkan nilai apa yang tetap dipertahankan dalam perjalanan pengabdiannya.

Pengunduran diri Netty pun menghadirkan pertanyaan lebih luas tentang hubungan antara jabatan, loyalitas institusi, integritas, dan keberanian mempertahankan hati nurani.

Meski demikian, alasan resmi dan latar belakang lengkap pengunduran dirinya masih memerlukan penjelasan lebih lanjut dari pihak terkait.

Pada akhirnya, pesan Netty menyisakan satu refleksi: jabatan bisa berakhir, seragam bisa ditanggalkan, tetapi prinsip dan harga diri merupakan hal yang seharusnya tetap dijaga.

Penulis: Lilik Yuliantoro | Editor: Permadani T.

tuturpedia.com - 2026