Brebes, Tuturpedia.com — Penyaluran bantuan sosial (bansos) beras Covid-19 di Kabupaten Brebes kembali menjadi sorotan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa sejumlah mantan pejabat Dinas Sosial (Dinsos) hingga belasan pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai saksi dalam penyidikan dugaan korupsi bansos tersebut. Jumat, (11/09/2026).
Pemeriksaan berlangsung di Mapolres Brebes, Rabu (9/9/2026). Dua mantan pejabat Dinsos Brebes yang diperiksa yakni Masfuri, Kepala Dinsos Brebes pada 2020, dan Hasan Basri, yang saat itu menjabat Kabid Bansos Dinsos Brebes.
Tak berhenti pada pejabat struktural, KPK juga memeriksa jajaran PKH. Mereka antara lain Fatah El Zaman, Koordinator Kabupaten (Korkab) PKH Brebes tahun 2020, serta koordinator PKH kecamatan Hendrik Maulana dan Agus Dwi P. Selain itu, 12 pendamping PKH turut dipanggil untuk memberikan keterangan.
Keterlibatan banyak unsur Dinsos dan PKH dalam pemeriksaan ini membuat mekanisme penyaluran bansos beras Covid-19 menjadi bagian penting yang digali penyidik KPK. Mantan Kepala Dinsos Brebes, Masfuri, membenarkan dirinya diperiksa penyidik.
“Ditanya soal pelaksana program bantuan beras Covid-19. Saya mendampingi Korkab PKH,” ujar Masfuri.
Masfuri juga menyebut pemeriksaan yang dilihatnya saat itu berasal dari unsur Dinsos dan PKH. Ia mengaku tidak melihat pemeriksaan terhadap pihak Bulog di Mapolres Brebes.
“Cuma dari Dinsos dan PKH. Tidak melihat pemeriksaan dari pihak Bulog,” katanya.
Sementara itu, Koordinator PKH Kabupaten Brebes, Hendrik Maulana, membenarkan dirinya turut diperiksa KPK.
Ia mengatakan pemeriksaan berlangsung sekitar 90 menit. Pemeriksaan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB dan para saksi diperbolehkan pulang sekitar pukul 11.30 WIB.
“Mulai masuk jam 10.00, terus menjelang dhuhur sekitar 11.30 sudah boleh pulang,” ungkap Hendrik.
Pemeriksaan terhadap mantan pejabat Dinsos, koordinator PKH hingga 12 pendamping PKH menunjukkan penyidik KPK tengah menggali keterangan dari pihak-pihak yang berkaitan dengan pelaksanaan dan penyaluran bansos beras Covid-19 di Brebes.
Penulis: Lilik Yuliantoro | Editor: Permadani T.














