Blora, Tuturpedia.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah mendorong Pemerintah Provinsi untuk mempercepat pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan di berbagai wilayah. Namun, percepatan tersebut diingatkan tidak boleh mengorbankan kualitas pekerjaan.
Ketua Komisi D DPRD Jateng, Nur Saadah, menegaskan bahwa proyek perbaikan jalan harus dilakukan secara profesional dan sesuai standar teknis, bukan sekadar mengejar target. Senin, (15/06/2026).
“Jangan asal-asalan. Tidak sekadar tambal sulam. Harus dikerjakan secara profesional,” tegas Nur Saadah, baru-baru ini.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya sorotan publik, termasuk aksi protes warga di Kabupaten Blora terkait kerusakan ruas Jalan Randublatung–Cepu yang dinilai membahayakan pengguna jalan.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan harus berorientasi jangka panjang agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. DPRD bersama Pemerintah Provinsi Jateng saat ini juga tengah menyiapkan kebutuhan anggaran tahun 2026 untuk pembangunan dan peningkatan jalan di sejumlah daerah, termasuk Blora yang dinilai memiliki kebutuhan penanganan cukup mendesak.
Berdasarkan laporan Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah, tingkat kemantapan jalan provinsi sebenarnya telah mencapai sekitar 90 persen pada 2025. Namun, kondisi tersebut tidak sepenuhnya stabil.
Sejumlah ruas jalan kembali mengalami kerusakan akibat faktor eksternal, seperti cuaca ekstrem dan tingginya beban kendaraan berat yang melintas setiap hari.
“Kerusakan jalan itu dipicu faktor cuaca dan beban berat kendaraan, yang hari ini menjadi permasalahan serius di Jateng,” ujar Nur Saadah.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga menghadapi tantangan besar dalam pembiayaan pembangunan infrastruktur. Penurunan dana transfer dari pemerintah pusat disebut berdampak langsung pada kemampuan fiskal daerah.
Kondisi ini membuat pemerintah harus lebih selektif dalam menentukan prioritas pembangunan, termasuk dalam menangani ruas-ruas jalan yang mengalami kerusakan parah.
Meski demikian, DPRD menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program pembangunan agar tetap berjalan optimal dan tepat sasaran, sehingga masyarakat dapat menikmati infrastruktur yang layak, aman, dan berkelanjutan.
Dengan dorongan tersebut, diharapkan perbaikan jalan di Jawa Tengah, khususnya di wilayah Blora, tidak lagi bersifat sementara, melainkan menjadi solusi permanen bagi persoalan infrastruktur yang selama ini dikeluhkan warga.














