Surabaya, Tuturpedia.com – Menteri Hak Asasi Manusia, Natalius Pigai, turun langsung menjenguk para siswa korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di RSIA IBI Surabaya, Rabu (13/5). Kehadiranya tersebut menjadi bentuk nyata perhatian negara terhadap kondisi para korban yang saat ini masih menjalani perawatan medis.
Dalam kunjungannya, ia memberikan dukungan moril sekaligus menyemangati anak-anak agar segera pulih dan kembali bersekolah. Jumat, (15/05/2026).
“Harus sembuh ya, sebentar lagi sembuh. Kalau sudah sembuh nanti harus kembali ke sekolah ya,” ujar Pigai di hadapan para siswa.
Dengan nada penuh motivasi, ia juga mendorong anak-anak untuk tetap mengejar cita-cita mereka.
“Harus sekolah biar bisa raih semua cita-cita, nanti kalau sekolah bisa jadi menteri seperti saya,” tambahnya.
Pigai menegaskan, kehadiran negara dalam insiden ini sangat krusial untuk memastikan hak dasar anak tetap terlindungi, mulai dari hak atas kesehatan hingga keamanan pangan. Ia menilai perlindungan terhadap generasi muda harus menjadi prioritas utama dalam setiap program pemerintah.
Menurutnya, program MBG sejatinya merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia sekaligus menekan angka stunting. Namun, insiden keracunan massal ini menjadi peringatan serius bahwa pelaksanaan di lapangan tidak boleh diabaikan.
“Program MBG ini pada dasarnya memiliki tujuan mulia untuk pemenuhan gizi anak-anak kita. Namun, jika terjadi kesalahan dalam proses pengelolaan makanan, khususnya di dapur, maka hal tersebut harus dievaluasi total dan ditindaklanjuti,” tegasnya.
Berdasarkan laporan awal, dugaan sumber keracunan mengarah pada aktivitas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bubutan Tembok Dukuh. Hingga kini, pihak terkait masih melakukan pendalaman terhadap standar sanitasi serta prosedur pengolahan makanan di lokasi tersebut.
Peristiwa ini menjadi alarm keras bagi seluruh pihak agar pengawasan program MBG diperketat. Evaluasi menyeluruh diharapkan mampu mencegah kejadian serupa terulang, sekaligus memastikan program unggulan pemerintah ini benar-benar memberikan manfaat tanpa mengorbankan keselamatan anak-anak.














