Bikin Haru! Siswa SMK di Kudus Surati Presiden Prabowo: Tolak Makan Bergizi Gratis Demi Kesejahteraan Guru

TUTURPEDIA - Bikin Haru! Siswa SMK di Kudus Surati Presiden Prabowo: Tolak Makan Bergizi Gratis Demi Kesejahteraan Guru
banner 120x600

Kudus, Tuturpedia.com – Sebuah aksi mengharukan datang dari seorang pelajar kelas XI SMK NU Miftahul Falah Kudus bernama Muhammad Rafif Arsya Maulidi. Melalui sepucuk surat terbuka yang ditujukan kepada Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, Rafif menyampaikan aspirasi yang tidak biasa terkait kebijakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kamis, (02/04/2026).

Dalam suratnya, anak dari seorang buruh ini secara tegas menyatakan menolak untuk menerima jatah Makan Bergizi Gratis bagi dirinya sendiri. Namun, penolakan ini bukan didasari oleh ketidaksukaan terhadap program pemerintah, melainkan wujud kepeduliannya terhadap nasib para guru yang mengajar di sekolahnya.

Jatah Makan untuk Tunjangan Guru

Rafif mengungkapkan rasa prihatinnya melihat masih banyak guru di sekolahnya yang telah mengabdi dengan dedikasi tinggi namun belum mendapatkan kesejahteraan yang layak. Ia pun meminta agar anggaran yang seharusnya dialokasikan untuk makannya dialihkan sebagai tambahan tunjangan guru.

“Jika memungkinkan, dana yang seharusnya dialokasikan untuk saya kiranya dapat dialihkan sebagai tambahan tunjangan bagi guru-guru saya,” tulis Rafif dalam suratnya.

Hitung-hitungan Sederhana Pelajar SMK

Pelajar ini bahkan menyertakan rincian perhitungan sederhana. Dengan sisa masa sekolah sekitar 18 bulan, ia mengestimasi jatah makannya bernilai sekitar Rp6.750.000. Baginya, angka tersebut mungkin kecil secara makro, namun bisa menjadi bentuk penghargaan nyata atas dedikasi para guru.

Mengajak Pelajar Lain Tidak Diam

Melalui surat ini, Rafif juga mengajak rekan-rekan pelajar lainnya untuk tidak tinggal diam dan mulai menyuarakan pentingnya kesejahteraan guru sebagai pilar utama kemajuan bangsa. Ia menegaskan bahwa suratnya bukan bentuk perlawanan kepada pemerintah, melainkan wujud cinta seorang murid kepada gurunya.

“Surat ini bukan bentuk penolakan terhadap pemerintah, melainkan wujud kepedulian seorang pelajar terhadap kesejahteraan guru,” pungkasnya dalam surat yang kini mulai ramai diperbincangkan di media sosial tersebut.

tuturpedia.com - 2026