Jakarta, Tuturpedia.com – Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi membantah keterlibatannya dalam program siaran bertajuk MBG TV yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial. Lembaga tersebut menegaskan bahwa operasional saluran televisi itu sama sekali di luar sepengetahuan maupun koordinasi mereka.
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, menyampaikan bahwa pihaknya tidak memiliki hubungan apa pun dengan kanal tersebut. Jumat, (27/02/2026).
“Bukan punya BGN, BGN tidak mengetahui soal MBG TV,” ujarnya, Kamis (26/02).
Menurut Nanik, dirinya telah melakukan koordinasi langsung dengan Kepala BGN, Dadan Hindayana, guna memastikan legalitas dan kebenaran klaim siaran yang disebut-sebut akan mengudara di 13 provinsi. Hasilnya, pimpinan tertinggi lembaga tersebut pun tidak mengetahui asal-usul maupun tujuan kemunculan MBG TV.
“Ini sudah saya konfirmasi ke Kepala Badan juga enggak tahu,” tegasnya.
BGN memastikan, karena bukan bagian dari program resmi pemerintah, seluruh aktivitas penyiaran MBG TV tidak memiliki kaitan fungsional dengan kebijakan lembaga. Bahkan, BGN menegaskan tidak akan bertanggung jawab atas segala bentuk konten yang diproduksi oleh kanal tersebut.
“BGN tidak bertanggung jawab terhadap content MBG TV,” tambah Nanik.
Sebelumnya, publik dihebohkan dengan unggahan di Instagram yang menarasikan kehadiran MBG TV sebagai wadah sosialisasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kanal tersebut diklaim telah bekerja sama dengan 15 televisi terestrial yang menjangkau 98 kabupaten/kota serta menyediakan layanan live streaming melalui situs JupnasGizi.com.
MBG TV juga disebut diinisiasi oleh Forum Jupnas Gizi Indonesia dan diklaim telah melakukan audiensi resmi dengan BGN di Jakarta. Namun, klarifikasi terbaru dari BGN membantah seluruh klaim tersebut.
Dengan adanya pernyataan resmi ini, masyarakat diimbau untuk lebih selektif dalam menerima informasi, khususnya terkait Program Makan Bergizi Gratis. BGN menegaskan bahwa seluruh kebijakan dan informasi resmi hanya akan disampaikan melalui kanal komunikasi resmi milik lembaga.
Klarifikasi ini sekaligus menjadi pengingat bahwa di tengah derasnya arus informasi digital, verifikasi sumber resmi menjadi kunci agar publik tidak terseret narasi yang belum tentu valid.
Terlepas dari itu, berdasarkan informasi yang di himpun, bahwasanya Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Letjen TNI (HOR) Lodewyk Pusung menerima audiensi dari Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Forum Jupnas Gizi Indonesia, yang dilaksanakan di Gedung Badan Gizi Nasional, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.
Pada kesempatan itu, Forum Jupnas Gizi menyatakan dukungan penuh pada Program MBG. Dan, salah satu bentuk dukungan nyata itu yakni inisiatif pembangunan jaringan televisi edukatif nasional, MBG TV.
Saluran TV ini didedikasikan sebagai platform penyiaran edukasi publik terkait program gizi dan kebijakan pemerintah di bidang ketahanan pangan.
Siaran MBG TV saat ini sudah dapat disaksikan di 13 provinsi di Indonesia.
Wilayah tersebut mencakup DKI Jakarta (Jabodetabek), Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Lampung, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Maluku.
Secara keseluruhan, jangkauan siaran MBG TV telah menyentuh 98 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Selain melalui televisi terestrial, MBG TV juga menyediakan layanan live streaming nasional melalui portal resmi JupnasGizi.com.
Langkah tersebut diambil guna memperluas akses masyarakat terhadap informasi dan edukasi gizi secara digital.














