banner 728x250

Saat Air Mengalir Menjadi Bencana: Sumatera Utara Diterjang Banjir Bandang dan Longsor

TUTURPEDIA - Saat Air Mengalir Menjadi Bencana: Sumatera Utara Diterjang Banjir Bandang dan Longsor
banner 120x600

Sumatera Utara, Tuturpedia.com — Daerah-daerah di Sumatera Utara kembali diuji alam. Curah hujan tinggi beberapa hari terakhir memicu banjir bandang dan longsor di sejumlah kabupaten/kota. Air sungai yang semula tenang berubah menjadi aliran deras yang menyeret rumah, kendaraan, serta memutus jalan utama.

Di tengah kepanikan, warga berusaha menyelamatkan keluarga. “Kami hanya sempat membawa dokumen penting dan anak-anak. Segalanya hanyut begitu cepat,” kata Rahmat (45), warga Tapanuli Selatan yang kini menetap sementara di posko pengungsian sekolah dasar.

TUTURPEDIA - Saat Air Mengalir Menjadi Bencana: Sumatera Utara Diterjang Banjir Bandang dan Longsor
Dok. Istimewa

Catatan Lokasi: Dari Nias hingga Daratan Tapanuli

Humbang Hasundutan mencatat dampak paling terasa. Banjir bandang menerjang pemukiman dan area pertanian. Tim penyelamat dengan perahu karet mengevakuasi warga yang terjebak di rumah bertingkat.

Sementara di Sibolga dan Nias Selatan, akses jalan terputus. Banyak keluarga terisolasi tanpa pasokan listrik. Di sisi lain, Medan dan Deli Serdang mengalami banjir pemukiman: debit air yang meresap dari drainase kota tak mampu menampung curah hujan.

TUTURPEDIA - Saat Air Mengalir Menjadi Bencana: Sumatera Utara Diterjang Banjir Bandang dan Longsor
Dok. BNPB

Data Korban Masih Bergerak

Jumlah korban terus berubah seiring proses pencarian. Hingga hari kedua, laporan sementara mencatat puluhan warga meninggal serta beberapa masih hilang. Banyak yang luka-luka karena terseret arus atau tertimpa puing. Ribuan rumah terendam, perabot hanyut, ternak hilang.

Tim gabungan mempercepat pencarian. “Kami meminta waktu karena medan sangat sulit, banyak longsoran yang menutup akses,” ujar seorang anggota Basarnas di lokasi.

Penyebab yang Saling Berkait

Analis cuaca menyebut hujan ekstrem sebagai pemicu pertama. Namun, faktor tata guna lahan juga berperan. Lereng gunung yang kehilangan vegetasi menyebabkan limpasan air meningkat. “Deforestasi membuat banjir bandang lebih destruktif. Tanah tak lagi menyerap air,” ujar seorang pegiat lingkungan di Tapanuli.

Di beberapa desa, sedimentasi mempersempit alur sungai. Akibatnya, arus mengalir ke pemukiman, bukan ke hilir.

Gerak Cepat Aparat dan Relawan

Pemerintah daerah menetapkan status darurat. BNPB dan BPBD membangun posko utama, menyiapkan dapur umum, serta layanan kesehatan. Aparat Polri–TNI membantu evakuasi, distribusi logistik, hingga pembukaan rute yang tertutup material longsor.

“Yang paling dibutuhkan warga saat ini adalah makanan siap saji, air bersih, selimut, obat-obatan, dan perlengkapan bayi,” terang seorang petugas lapangan.

Meski bencana belum usai, solidaritas warga terlihat nyata. Relawan dari berbagai komunitas mengirim bantuan dan mendatangi titik distribusi. Banyak warga memilih bergotong royong membersihkan jalan desa dari lumpur dan puing.

Situasi di lapangan masih dinamis. Pemerintah mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama di wilayah dengan curah hujan tinggi dan kondisi tanah labil. Verifikasi korban, proses pemulihan infrastruktur, dan rehabilitasi jangka panjang sedang disiapkan.

Penulis: Permadani T. Editor: Permadani T.
news-0112

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

4020

4021

4022

4023

4024

4025

4026

4027

4028

4029

4030

4031

4032

4033

4034

4035

4036

4037

4038

4039

5046

5047

5048

5049

5050

5051

5052

5053

5054

5055

5061

5062

5063

5064

5065

5066

5067

5068

5069

5070

8076

8077

8078

8079

8080

8081

8082

8083

8084

8085

4055

4056

4057

4058

4059

3126

3127

3128

3129

3130

3131

3132

3133

3134

3135

8051

8082

8113

8144

8175

4090

4091

4092

4093

4094

4095

4096

4097

4098

4099

5036

5037

5038

5039

5040

5071

5072

5073

5074

5075

4100

4101

4102

4103

4104

4105

4106

4107

4108

4109

4110

4111

4112

4113

4114

4115

4116

4117

4118

4119

5026

5027

5028

5029

5030

5031

5032

5033

5034

5035

5076

5077

5078

5079

5080

5081

5082

5083

5084

5085

8041

8042

8043

8044

8045

8046

8047

8048

8049

8050

5001

5002

5003

5004

5005

5006

5007

5008

5009

5010

5011

5012

5013

5014

5015

5056

5057

5058

5059

5060

5086

5087

5088

5089

5090

5091

5092

5093

5094

5095

5016

5017

5018

5019

5020

5021

5022

5023

5024

5025

5096

5097

5098

5099

5100

8001

8002

8003

8004

8005

8006

8007

8008

8009

8010

8011

8012

8013

8014

8015

8016

8017

8018

8019

8020

8021

8022

8023

8024

8025

8026

8027

8028

8029

8030

8031

8032

8033

8034

8035

8036

8037

8038

8039

8040

news-0112
news-0112

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

yakinjp

4020

4021

4022

4023

4024

4025

4026

4027

4028

4029

4030

4031

4032

4033

4034

4035

4036

4037

4038

4039

5046

5047

5048

5049

5050

5051

5052

5053

5054

5055

5061

5062

5063

5064

5065

5066

5067

5068

5069

5070

8076

8077

8078

8079

8080

8081

8082

8083

8084

8085

4055

4056

4057

4058

4059

3126

3127

3128

3129

3130

3131

3132

3133

3134

3135

8051

8082

8113

8144

8175

4090

4091

4092

4093

4094

4095

4096

4097

4098

4099

5036

5037

5038

5039

5040

5071

5072

5073

5074

5075

4100

4101

4102

4103

4104

4105

4106

4107

4108

4109

4110

4111

4112

4113

4114

4115

4116

4117

4118

4119

5026

5027

5028

5029

5030

5031

5032

5033

5034

5035

5076

5077

5078

5079

5080

5081

5082

5083

5084

5085

8041

8042

8043

8044

8045

8046

8047

8048

8049

8050

5001

5002

5003

5004

5005

5006

5007

5008

5009

5010

5011

5012

5013

5014

5015

5056

5057

5058

5059

5060

5086

5087

5088

5089

5090

5091

5092

5093

5094

5095

5016

5017

5018

5019

5020

5021

5022

5023

5024

5025

5096

5097

5098

5099

5100

8001

8002

8003

8004

8005

8006

8007

8008

8009

8010

8011

8012

8013

8014

8015

8016

8017

8018

8019

8020

8021

8022

8023

8024

8025

8026

8027

8028

8029

8030

8031

8032

8033

8034

8035

8036

8037

8038

8039

8040

news-0112