Jakarta, tuturpedia.com – Kreator konten komedi asal Kediri, Woko Channel, resmi melompat dari layar gawai ke layar perak lewat film horor-komedi perdana mereka bertajuk Piye To Kih?. Karya kolaborasi Woko Channel dan Miracle Pictures ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia pada 19 November 2026.
Dalam official teaser yang baru saja dirilis, penonton langsung disuguhi misteri absurd khas Woko Channel. Diceritakan, Mukidi sedang mengalami patah hati berat.
Alih-alih galau biasa, tingkahnya justru makin aneh dan memancing rasa penasaran. Kehadiran sebuah boneka, sosok perempuan misterius, hingga kecurigaan Gendut dan Penyok bahwa Mukidi hanya berhalusinasi, menjadi pemicu konflik utama yang menjanjikan perpaduan antara ketegangan dan tawa.
Bermodal 4,8 juta subscriber di YouTube, Woko Channel membawa gaya humor pedesaan mereka ke skala produksi yang lebih masif tanpa menghilangkan identitas aslinya. Proyek ini sebenarnya sudah mulai mencuri perhatian industri sejak diperkenalkan dalam ajang Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) Market pada akhir 2025 lalu.
Dalam debut layar lebarnya ini, formasi andalan Woko Channel akan beradu akting dengan sejumlah nama baru. Jajaran pemain yang dipastikan hadir meliputi: Heri Candra sebagai Mukidi, Dara Saraswati sebagai Sukma, Sutrisno Agung sebagai Gendut, Eko Dudung sebagai Penyot.
“Menonton film ini akan menjadi sesuatu yang tak terlupakan, unforgettable,” ujar Sutrisno Agung saat pengenalan proyek di JAFF 2025.
Para pemain menjanjikan Piye To Kih? tidak sekadar menyajikan horor komedi biasa, tetapi juga memuat nilai-nilai relevan dari kehidupan sehari-hari masyarakat dengan alur yang memadukan emosi tegang, haru, dan lucu.
Langkah Woko Channel ini semakin mengukuhkan tren kreator lokal daerah yang sukses menembus industri film nasional. Fenomena ini memperpanjang daftar kreator Jawa Timur yang merambah bioskop, mengikuti jejak Cak Ukil dalam semesta Sekawan Limo, Agos Kotak di Rumah Dinas Bapak, hingga Cak Silo dalam Lara Ati.
Perjalanan dari sekadar iseng merekam video bercanda menjadi tontonan layar lebar membuktikan bahwa komedi akar rumput memiliki daya tarik universal dan basis penggemar yang solid di bioskop.














