Indeks
News  

Wagub Jateng Gus Yasin Perintahkan SPPG Perketat SOP dan Ancam Sanksi Tegas

Semarang, Tuturpedia.com – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya untuk memperketat standar operasional, mulai dari pengemasan, penyimpanan, hingga proses pengiriman makanan.

Penegasan itu disampaikan menyusul temuan ratusan roti berjamur dalam distribusi MBG di Kabupaten Blora beberapa hari lalu. Sabtu, (28/02/2026).

“Saya berharap SPPG-SPPG untuk diedukasi betul,” tegas Taj Yasin yang juga menjabat Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Pelaksana Program MBG Jawa Tengah, di Semarang, Rabu (25/2).

Program MBG sendiri berada di bawah koordinasi Badan Gizi Nasional, dengan pelaksanaan teknis di daerah melalui SPPG. Karena itu, menurutnya, setiap kelalaian dalam penyediaan menu harus ditindak melalui mekanisme audit hingga ancaman sanksi tegas bagi SPPG yang terbukti melanggar.

Gus Yasin menegaskan, pengawasan program MBG telah dilengkapi satuan tugas dan petugas khusus. Setiap kesalahan dalam proses penyediaan maupun distribusi makanan tidak akan dibiarkan.

“Kalau ada pelanggaran, tentu ada audit menyeluruh. Bahkan bila ditemukan ketidaksesuaian standar yang serius, penutupan SPPG yang bersangkutan bisa dilakukan,” ujarnya.

Sebagai informasi, sebanyak 349 roti dalam paket MBG yang didistribusikan ke SMP Negeri 5 Blora pada Selasa (24/2). terindikasi berjamur. Pihak sekolah memutuskan tidak membagikan roti tersebut kepada peserta didik dan langsung mengembalikannya ke dapur SPPG penyedia.

Langkah cepat sekolah tersebut diapresiasi sebagai bentuk kehati-hatian dalam menjaga kualitas konsumsi siswa serta mencegah potensi gangguan kesehatan.

Dalam kesempatan itu, Gus Yasin juga menyinggung pelaksanaan MBG selama Ramadan. Ia mengungkapkan adanya masukan dari tokoh agama agar pola distribusi disesuaikan demi menghormati peserta didik yang menjalankan ibadah puasa.

“Terkait Ramadan, memang ada pengaturan-pengaturan khusus. Kami ingin program ini tetap berjalan baik, namun juga menghormati kondisi siswa-siswi yang berpuasa,” jelasnya.

Ia menambahkan, setiap menu yang dinilai tidak layak akan menjadi bahan evaluasi menyeluruh. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan kejadian roti berjamur tersebut menjadi perhatian serius dalam memperkuat sistem pengawasan dan kualitas program MBG ke depan.

Gus Yasin juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang aktif memberikan masukan dan pengawasan.

“Program ini untuk anak-anak kita. Kalau ada yang kurang, sampaikan. Itu bagian dari kontrol bersama,” pungkasnya.

Exit mobile version