Indeks

Tren “Bupati Gowes” Merebak! Dari Kudus hingga Bojonegoro, Pemimpin Daerah Kompak Hemat Energi

Jawa Tengah, Tuturpedia.com – Fenomena unik mulai terlihat di sejumlah daerah. Para kepala daerah kini tak lagi selalu datang ke kantor dengan mobil dinas, melainkan memilih mengayuh sepeda. Rabu, (01/04/2026).

Tren “bupati naik sepeda” ini ramai terjadi di akhir Maret 2026 dan menjadi simbol gerakan hidup sehat sekaligus efisiensi energi.

Di Kabupaten Kudus, Sam’ani Intakoris rutin bersepeda dari rumah menuju Pendapa Kabupaten. Bahkan, ia juga kerap pulang kerja dengan sepeda sambil menyapa warga di sepanjang perjalanan. Aksi sederhana ini menjadi contoh nyata pemimpin yang dekat dengan masyarakat.

Langkah serupa juga dilakukan di Kabupaten Bojonegoro. Setyo Wahono bahkan menerbitkan Surat Edaran (SE) yang mendorong ASN bersepeda ke kantor, khususnya bagi yang memiliki jarak tempuh kurang dari 7 kilometer.

Sementara itu di Kabupaten Bangkalan, Lukman Hakim menginisiasi kebiasaan bersepeda sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi krisis energi. Upaya ini dinilai sebagai bentuk kesiapsiagaan daerah terhadap tantangan global.

Gerakan serupa juga menggema di Kabupaten Sumbawa. Bupati setempat memilih gowes ke kantor sebagai bentuk dukungan terhadap penghematan bahan bakar. Bahkan di Kabupaten Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani mengajak ASN tidak hanya bersepeda, tetapi juga berjalan kaki ke kantor bagi yang memungkinkan.

Fenomena ini juga mendapat dorongan dari tingkat provinsi. Gubernur Jateng
Ahmad Luthfi tengah merancang kebijakan yang mewajibkan ASN serta kepala daerah menggunakan sepeda atau transportasi umum pada hari tertentu sebagai bagian dari efisiensi energi.

Gerakan “bike to work” ini dinilai bukan sekadar tren sesaat, tetapi langkah nyata menuju perubahan pola hidup. Selain menekan konsumsi bahan bakar, kebiasaan ini juga membawa dampak positif bagi kesehatan dan lingkungan.

Jika terus digalakkan, bukan tidak mungkin jalanan di berbagai daerah akan semakin ramah sepeda, dan budaya hidup sehat pun menjadi kebiasaan baru di kalangan birokrasi hingga masyarakat luas.

Exit mobile version