banner 728x250
News  

Tragedi Mahasiswi Kedokteran Hewan Unair Ditemukan Tewas dalam Mobil di Sidoarjo

Kematian mahasiswi kedokteran hewan Unair menyisakan misteri. Foto: Freepik.com/storyset
Kematian mahasiswi kedokteran hewan Unair menyisakan misteri. Foto: Freepik.com/storyset
banner 120x600

Tuturpedia.com – Seorang mahasiswi berusia 22 tahun, Bernadette Caroline Angelica yang tengah menempuh pendidikan di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, ditemukan tewas di dalam sebuah mobil.

Mobil yang dikendarainya terparkir di halaman apartemen Royal Bisnis Tambak Oso pada (5/11/2023). 

Kejadian ini menciptakan gelombang kejutan dan kebingungan di kalangan warga setempat serta pihak berwenang.

Penemuan pertama atas kematian Caroline dilakukan oleh petugas keamanan yang tengah melaksanakan patroli rutin di sekitar kompleks apartemen. 

“Ditemukan pagi sekitar pukul 05.30 WIB oleh petugas sekuriti yang sedang patroli. Dari temuan itu kemudian dilaporkan ke polisi,” kata Kompol Tiksnarto Andaru Rahutomo, seperti dikutip pada Selasa (7/11).

Mendengar laporan tersebut, pihak kepolisian segera merespons dan bergerak menuju lokasi kejadian.

Setibanya di sana, para petugas menemukan sesuatu yang sangat tidak lazim dalam insiden kematian wanita muda ini. 

Mencengangkan, ketika Caroline ditemukan, wajahnya terbungkus dalam sebuah kantong plastik dan lehernya terlilit tali.

Andaru menjelaskan bahwa di dalam kantong plastik yang menutupi kepala korban, terdapat sebuah selang yang mengarah ke sebuah tabung gas helium. 

Selain itu, di dalam mobil dengan nomor polisi AG 1484 BY, tempat Caroline ditemukan tewas, polisi menemukan beberapa barang pribadi miliknya, seperti telepon genggam dan kartu identitas diri. 

“Ada handphone, dompet korban, dan tabung helium. Suratnya berbahasa Inggris,” tuturnya.

Sedang Menjalani Program Pendidikan Dokter Hewan di Unair

Murni Lamid, Dekan Fakultas Kedokteran Hewan Unair, saat dihubungi terpisah, mengaku sangat terkejut dan bersedih mendengar berita tragis yang menimpa salah satu mahasiswanya. 

Murni menjelaskan bahwa saat itu Caroline sedang menjalani program pendidikan dokter hewan, khususnya dalam program co-asistensi, dan ia akan segera memasuki divisi parasitologi. 

“Saya cukup kaget dan deg-degan ini tadi. Saya nangis dari tadi itu karena ini berita yang mendadak dan kami merasa dengan adanya berita ini kami sangat terpukul sekali,” ujarnya.

Murni melanjutkan dengan menyebutkan bahwa Caroline dikenal memiliki kepribadian yang baik dan memiliki banyak teman serta sahabat di lingkungan kampus. 

Caroline juga merupakan bagian dari kelompok 41, yang seharusnya akan memulai program co-asistensi di divisi parasitologi pada Senin, 6 November.

“Saya mendapat informasi ini dari keluarganya, bukan dari pihak kepolisian. Mereka mengatakan bahwa di rumah sakit, hanya ada dua orang bibi dan paman, seorang dosen dari kampus, sedangkan yang lainnya tidak ada,” ungkap Murni dengan nada sedih.

Saat ini, rencananya adalah bahwa jenazah Caroline akan dipulangkan ke kampung halamannya di Kediri untuk dimakamkan setelah proses autopsi selesai. 

Kesedihan dan tanda tanya masih mengelilingi kasus misterius ini, yang menunjukkan bahwa investigasi lebih lanjut diperlukan untuk mengungkap kebenaran di balik kematian tragis Bernadette Caroline Angelica.***

Penulis: Muhamad Rifki

Editor: Nurul Huda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

tuturpedia.com - 2026