News  

Tokoh Muda Blora Rival Desak Pengusutan Dugaan Oknum TNI dalam Kasus Pupuk Jiken

TUTURPEDIA - Tokoh Muda Blora Rival Desak Pengusutan Dugaan Oknum TNI dalam Kasus Pupuk Jiken
banner 120x600

Blora, Tuturpedia.com – Mencuatnya dugaan penangkapan truk pupuk bersubsidi oleh oknum anggota TNI di Kecamatan Jiken terus menuai sorotan. Tokoh muda Kabupaten Blora, Rival Alfian Esa Saputra, turut angkat suara atas peristiwa yang dinilai merugikan masyarakat, khususnya petani.

Menurut Rival, kejadian tersebut tidak hanya mencederai rasa keadilan, tetapi juga memperparah kondisi petani yang saat ini tengah kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi.

“Kalau benar ada praktik penangkapan tanpa prosedur yang jelas, apalagi disertai dugaan pemerasan hingga puluhan juta rupiah, ini adalah bentuk penyalahgunaan kewenangan yang sangat serius. Rakyat kecil, khususnya petani, tidak boleh menjadi korban dari oknum yang tidak bertanggung jawab,” tegasnya.

Ia juga menyoroti hilangnya barang bukti berupa satu truk pupuk bersubsidi yang hingga kini belum diketahui keberadaannya. Hal tersebut, menurutnya, menjadi indikasi kuat perlunya investigasi menyeluruh dan transparan.

“Barang bukti yang hilang itu harus segera ditelusuri. Jangan sampai ada kesan bahwa hukum bisa dipermainkan. Ini menyangkut hak petani yang sangat membutuhkan pupuk untuk keberlangsungan usaha mereka,” lanjut Rival.

Lebih lanjut, ia mendesak agar Polisi Militer segera turun tangan secara profesional untuk mengusut tuntas kasus ini serta membuka hasil penyelidikan kepada publik guna menghindari spekulasi yang berkembang di masyarakat.

“Kita minta Polisi Militer bertindak tegas dan transparan. Jika memang ada oknum yang terbukti bersalah, harus ditindak tanpa pandang bulu. Ini penting untuk menjaga marwah institusi dan mengembalikan kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Rival juga meminta Pangdam IV/Diponegoro untuk memberikan perhatian serius agar kasus tersebut tidak berlarut-larut.

“Kepercayaan masyarakat terhadap aparat itu mahal. Jangan sampai rusak hanya karena ulah segelintir oknum. Harus ada ketegasan dari pimpinan agar kejadian seperti ini tidak terulang kembali,” pungkasnya.

tuturpedia.com - 2026