Tuturpedia.com — Bursa calon Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) kembali menghangat. Sejumlah nama dengan latar belakang kuat di sektor keuangan, kebijakan moneter, hingga pemerintahan masuk dalam radar publik. Infografik yang beredar menyoroti tiga figur yang dinilai memiliki pengalaman dan kapasitas mumpuni untuk mengisi posisi strategis di bank sentral.
Ketiga nama tersebut adalah Thomas Djiwandono, Dicky Kartikoyono, dan Solikin M. Juhro, masing-masing membawa rekam jejak yang berbeda, mulai dari kebijakan fiskal, sistem pembayaran, hingga stabilitas moneter dan makroprudensial.
Thomas Djiwandono, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan (2024–sekarang), dikenal memiliki pengalaman panjang di sektor politik dan fiskal. Sebelumnya, ia tercatat pernah menjabat sebagai Bendahara Umum Partai Gerindra (2008–2025). Dari sisi akademik, Thomas mengantongi gelar S2 International Relations and International Economics dari Johns Hopkins School of Advanced International Studies, lulus pada 2003.
Laporan harta kekayaan terakhir per Desember 2024 mencatat total asetnya mencapai Rp74,5 miliar.
Sementara itu, Dicky Kartikoyono merupakan figur internal Bank Indonesia dengan latar belakang kuat di bidang tata kelola dan sistem pembayaran. Saat ini ia menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran sekaligus Asisten Gubernur BI (2023–sekarang). Sebelumnya, Dicky memimpin Departemen Manajemen Strategis dan Tata Kelola BI (2022–2023).
Dari sisi pendidikan, ia meraih gelar S2 Project Management dari The George Washington University, lulus pada 1998. Kekayaan yang dilaporkan per Desember 2024 berada di kisaran Rp8,4 miliar.
Nama ketiga, Solikin M. Juhro, juga berasal dari internal BI dan saat ini menjabat sebagai Kepala Departemen Kebijakan Makroprudensial serta Asisten Gubernur BI (2023–sekarang). Sebelumnya, ia memimpin Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI (2022–2023).
Solikin memiliki latar belakang akademik di bidang ekonomi dengan gelar S3 Economics (Monetary), lulus pada 2005. Total kekayaan yang tercatat per Desember 2024 mencapai Rp19,9 miliar.
Ketiga kandidat tersebut merepresentasikan spektrum pengalaman yang berbeda: Thomas dengan jejaring fiskal dan pemerintahan, Dicky dengan keahlian di sistem pembayaran dan tata kelola, serta Solikin dengan fokus pada kebijakan moneter dan stabilitas makroekonomi.
Penunjukan Deputi Gubernur BI menjadi salah satu posisi kunci dalam menjaga stabilitas moneter, sistem keuangan, serta kepercayaan pasar. Proses seleksi dan keputusan akhir nantinya akan menjadi perhatian pelaku industri, investor, hingga masyarakat luas, mengingat peran strategis BI dalam mengawal perekonomian nasional di tengah dinamika global.***
