Indeks
News  

Tiga Bulan Pupuk Urea Bersubsidi Langka di Todanan, Petani Blora Keluhkan Pemerintah Kurang “Sat Set”

Blora, Tuturpedia.com – Kelangkaan pupuk urea bersubsidi yang terjadi selama hampir tiga bulan terakhir di Kabupaten Blora, khususnya di Kecamatan Todanan, semakin meresahkan para petani.

Bagaimana tidak, karena di tengah musim tanam kedua, para petani kesulitan memperoleh pupuk yang sangat dibutuhkan untuk menjaga produktivitas tanaman.

Sejumlah petani mengaku telah memesan pupuk urea bersubsidi kepada Penyalur Pupuk Tingkat Sektor (PPTS) sejak lama, namun hingga kini pasokan yang dijanjikan belum juga datang.

Salah satu petani di Todanan, Jamal, mengungkapkan bahwa alasan yang diberikan oleh pihak penyalur selalu sama, yakni keterbatasan pengiriman dari pabrik.

“Alasannya selalu kiriman dari pabrik dibatasi. Ada yang bilang kapal penyeberangan tidak berani menyeberang karena ombak besar, ada juga yang bilang armada pengiriman dibatasi muatannya. Biasanya 35 ton per ret, sekarang hanya 15 ton,” ujarnya. Kamis, (12/03/2026).

Ilustrasi

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran petani karena pupuk urea merupakan salah satu kebutuhan utama dalam proses pemupukan tanaman pada musim tanam saat ini.

Ketua Kelompok Tani (Poktan) Sidojoyo Desa Kacangan, Kecamatan Todanan, Fuad, menilai berbagai alasan tersebut tidak masuk akal dan terkesan hanya menjadi pembenaran atas lambatnya distribusi pupuk.

“Kalau ombak besar, masak iya setiap hari? Kalau armada dibatasi muatannya, kan perusahaan bisa menambah armada. Tolong jangan persulit petani. Harganya murah, tapi barangnya tidak ada, kan sama saja bohong,” tegas Fuad.

Menurutnya, kelangkaan pupuk urea bersubsidi ini sangat merugikan petani karena terjadi pada saat kebutuhan pupuk sedang tinggi. Tanpa pupuk yang cukup, hasil panen dikhawatirkan menurun.

Fuad berharap Pemerintah Kabupaten Blora segera turun tangan secara serius untuk menyelesaikan persoalan ini. Ia menilai pemerintah daerah perlu bergerak lebih cepat atau “sat set” agar persoalan tidak berlarut-larut.

“Kami berharap Pemkab Blora benar-benar serius menangani kelangkaan pupuk ini. Jangan sampai petani yang menjadi korban akibat lambannya penanganan,” ujarnya.

Para petani juga mendesak pemerintah daerah untuk segera melakukan koordinasi dengan pihak pabrik pupuk dan distributor agar distribusi pupuk urea bersubsidi di Blora kembali lancar dan kebutuhan petani dapat terpenuhi.

Exit mobile version